Kasus MH17 Harus Diselesaikan Pengadilan Internasioal

Tuntutan tersebut disampaikan ketika pihak keluarga korban mengadakan acara peringatan satu tahun tragedi tewasnya seluruh 298 penumpang

Kasus MH17 Harus Diselesaikan Pengadilan Internasioal
banjarmasinpost.co.id/antara/reuters
Dokumen foto potongan bangkai pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak terlihat di desa Petropavlivka, Donetsk, Ukraina, Kamis (24 Juli 2014).

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inggris hari Jumat ini ikut bergabung dengan negara-negara yang menuntut agar dibentuk pengadilan di Mahkamah Internasional di bawah dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghukum pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia MH17.

Tuntutan tersebut disampaikan ketika pihak keluarga korban mengadakan acara peringatan satu tahun tragedi tewasnya seluruh 298 penumpang dan awak MH17 pada 17 Juli 2014, ketika pesawat milik maskapai Malaysia Airline jenis Boeng 777 rute Amsterdam dan Kuala Lumpur itu ditembak jatuh di timur Ukraina.

Pesawat tersebut diyakini ditembak oleh kelompok separatis pro-Rusia saat terjadi pertempuran dengan tentara Ukraina.

Ukraina dan Barat menuding pihak separatis sebagai pelaku penembakan dengan menggunakan misil BUK buatan Rusia. Tapi, pihak Rusia membantah terlibat, dan justru menuduh militer Ukraina yang melakukan aksi.

"Keadilan harus ditegakkan bagi 298 orang tidak bersalah yang telah kehilangan nyawa mereka," demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond, yang dikutip Reuters.

Ia menimpali, "Diperlukan pengadilan internasional, didukung oleh sebuah resolusi dari seluruh negara anggota PBB untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab."

Surat kabar Sydney Daily Telegraph edisi Jumat mengeluarkan foto terbaru yang memperlihatkan pemberontak dukungan Rusia mengobrak-abrik bagasi penumpang, yang sebagian besar warga Belanda, di antara puing-puing pesawat.

Rekaman video yang menjadi sumber foto tersebut diselundupkan oleh anggota pemberontak yang berbasis di Donetsk, dan baru diperoleh minggu ini.

Rekaman itu dikabarkan diambil oleh kelompok pemberontak saat mereka melakukan investigasi karena mereka pada awalnya yakin bahwa pesawat yang mereka tembak itu adalah jet tempur milik angkatan udara Ukraina.

Bendera setengah tiang berkibar di Belanda, Jumat, ketika sekitar 2.000 anggota keluar korban berkumpul untuk memperingati satu tahun musibah tersebut. Pada saat yang sama, acara peringatan secara nasional juga digelar di Canberra, Australia.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved