Kasus MH17 Harus Diselesaikan Pengadilan Internasioal

Tuntutan tersebut disampaikan ketika pihak keluarga korban mengadakan acara peringatan satu tahun tragedi tewasnya seluruh 298 penumpang

Kasus MH17 Harus Diselesaikan Pengadilan Internasioal
banjarmasinpost.co.id/antara/reuters
Dokumen foto potongan bangkai pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak terlihat di desa Petropavlivka, Donetsk, Ukraina, Kamis (24 Juli 2014).

Di Canberra, Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyerahkan plakat untuk memperingati mereka yang tewas, termasuk 38 warga Australia.

"Hari ini kita mengenang mereka yang tewas, kami berterima kasih kepada pihak yang telah membawa mereka pulang. Tapi, yang paling penting, kami ikut merasakan mereka yang berduka," kata Abbott dalam acara yang juga diikuti 120 keluarga korban.

Saat upacara yang emosional, para keluarga korban tampak meneteskan air matanya saat foto wajah-wajah korban yang tersenyum diperlihatkan di sebuah layar lebar yang diikuti dengan kata to remember (untuk dikenang).

Paul Guard, warga Australia yang kehilangan kedua orang tuanya Roger dan Jill, sengaja datang ke ibukota Australia itu bersama sembilan anggota keluarganya.

"Ini akan menjadi hari yang sulit, tapi mudah-mudahan bisa menjadi bagian yang berguna dari proses penyembuhan, "katanya.

Para kerabat warga Malaysia juga berkumpul dalam upacara peringatan di Kuala Lumpur, minggu lalu. Mereka juga menuntut keadilan dan jawaban siapa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Upacara peringatan tersebut digelar satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana para keluarga seharusnya bergembira bersama keluarga.

Pada saat keluarga harus mengatasi rasa sedih, fokus yang mereka hadapi pun beralih untuk melacak para pelaku dan membawanya ke pengadilan.

Belanda yang telah bertugas memimpin pencarian korban dan menginvestigasi penyebab kecelakaan juga berusaha untuk mencari dan menghukum pelaku.

Kecuali dua orang penumpang yang keduanya warga Belanda, korban lainnya telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved