BPDB Balangan Antisipasi Musim Kemarau

selama tahun 2014 sampai Maret 2015 ini setidaknya tercatat ada 18 kali kebakaran rumah dipemukiman warga di Kabupaten Balangan

Penulis: Elhami | Editor: Ratino Taufik
banjarmasinpost.co.id/elhami
kebakaran hutan di Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kurang lebih sudah beberapa hari belakangan ini cuaca panas menyegat, tak hanya terjadi di Kabupaten Balangan tetapi juga didaerah lain, hal ini menandakan datangnya musim kemarau, jika di musim hujan bencana banjir yang diwaspadai, tapi ketika musim kemarau pun berbagai bencana juga perlu diwaspadai seperti kebakaran.

Kondisi demikian membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan tak berdiam diri, memasuki musim kemarau yang akan dihadapi tahun ini, BPBD akan memperkuat kordinasi dan merencanakan akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait bencana yang akan terjadi selama musim kemarau atau panas.

"Intensitas bencana kebakaran di Kabupaten Balangan bisa dibilang cukup tinggi dan, ini musim pancaruba, belakangan ini selalu panas, tandanya akan memasuki musim panas atau kemarau," ungkap Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love.

Menurut lelaki yang akrab disapa Alive ini, selama tahun 2014 sampai Maret 2015 ini setidaknya tercatat ada 18 kali kebakaran rumah dipemukiman warga di Kabupaten Balangan, selain itu lahan hutan kurang lebih 17 kali terjadi dan luasan lahan yang terbakar 170 hektar.

"Hal ini disebabkan masih adanya masyarakat yang ingin membuka lahan dengn cara membakar, padahal dalam aturan perda nomor 9 tahun 2011 tentang pengendalian kebakaran lahan dilarang membakar lahan, kalau ketahuan kena sanksi 6 bulan atau dendanya 50 juta," jelasnya.

Lebih lanjut menurut Mantan Camat Paringin Selatan ini, pihak BPBD hanya bisa melakukan kordinasi dengan dinas terkait yakni dinas kehutanan, prihal penanganan dan pencegahan bencana yang terjadi adalah BPBD, tetapi dengan berat hati perlengkapan dan peralatan yang dimikili oleh BPBD sama sekali nol alias tidak ada.

"Tidak ada peralatan BPBD, selama ini mobil pemadam kebakaran yang ideal pakai tangki hanya ada tiga, bukan milik BPBD tetapi bantuan, satu peninggalan HSU, dua buah bantuan dari pemkab dan perusahaan," urainya.

Padahal menurutnya, delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Balangan mesti memiliki satu mobil tangki pemadam kebakaran agar saat terjadi bencana kebakaran bisa cepat diantisipasi.

"Kami sudah berupaya mengusulkan, ke daerah maupun ke pusat, mudahan tahun ini juga BPBD bisa mendapatkan peralatan yang dibutuhkan, terkait penangan bencana di musim kemarau maupun di musim hujan," ucapnya.

Kepada masyarakat, dirinya juga mengingatkan agar jangan sembarangan membakar lahan dimusim kemarau, kalaupun ingin membuka lahan harus berkordinasi dengan instansi terkkait.

"Titik-titik potensi rentan kebakaran pemukiman maupun lahan hampir semua kecamatan, namun yang lebih berpotensi lagi adalah Tebing Tinggi, Awayan, Halong, dan Batumandi," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved