"Tidak Ada yang Boleh Kangen Keluarga"
Pendidikan diklat Paskibra tingkat Kabupaten Batola dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli sampai 18 Agustus 2015. Diklat tersebut diikuti 41 orang
Penulis: | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Batola Ir H Supriyono berharap, calon anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) yang masuk karantina Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera HUT ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI benar-benar menjalani pendidikan dengan serius.
“Selama diklat saya minta tidak ada anggota paskibra yang kangen keluarga. Semua harus benar-benar focus dan bersemangat menjalani pendidikan dan pelatihan ini,” ujarnya, saat memberikan arahan dalam kegiatan pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Hut RI ke 70 tahun 2015 di Aula Sanggar Kesenian Batola (SKB) Marabahan, Senin (27/7/2015).
Pendidikan diklat Paskibra tingkat Kabupaten Batola dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli sampai 18 Agustus 2015. Diklat tersebut diikuti 41 orang siswa dan siswi SLTA se kabupaten Batola. Dari 41 orang anggota Paskibra, 21 orang putra dan 20 orang putri.
Tenaga instruktur dari Polres Barito Kuala dan jajaran Pemkab Batola.
Supriyono mengatakan, agar setiap anggota Paskibra harus memiliki rasa kebanggan ebagai masyarakat Bumi Ije jela dan masyarakat Indonesia.
"Karena itu kenali daerah ini. Karena kalau tidak kenal maka tidak sayang. Dengan begitu kalian bisa menjadi manusia seutuhnya,” katanya.
Bupati Barito Kuala H Hasanuddin Murad dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kabupaten Batola Ir H Supriyono mengatakan, dengan adanya pelaksanaan diklat hendaknya benar-benar dapat dijadikan sebagai sarana yang tepat untuk mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental spiritual.