“Itu Kepentingan Pribadi Aad”
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga menegaskan uang yang diduga suap untuk Aad, tidak terkait pelaksanaan kongres meskipun
BANJARMASINPOST.CO.ID - PENGAKUAN Agung Krisdiyanto di dalam sidang, membuat dugaan bahwa uang yang diberikan kepada mantan Bupati Tala, H Adriansyah (Aad) terkait pendanaan kongres PDIP di Bali, April 2015 lalu, kembali mengemuka. Meski tidak mengetahui secara pasti tujuan pemberian uang yang berasal dari bosnya, Andrew Hidayat, Agung mengatakan sudah sejak 2013 menjadi perantara pemberian uang itu.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga menegaskan uang yang diduga suap untuk Aad, tidak terkait pelaksanaan kongres meskipun saat ditangkap, Aad berstatus peninjau kongres di Bali.
“Perlu saya tegaskan, beberapa waktu sebelum kongres dijalankan, DPP PDIP sudah menegaskan bahwa dana pelaksanaan kongres sudah tercukupi. Dan, pada 2 April 2015, pada rapat fraksi di DPR, DPP juga kembali menegaskan bahwa dana kongres sudah mencukupi dan tidak diperlukan bantuan dari anggota fraksi,” kata dia.
Menurut Hasto, selain sebagai peninjau kongres, Aad masih menjabat anggota FPDIP DPR, saat ditangkap personel KPK. “Uang yang diperoleh Adriansyah dalam proses suap yang ditangkap KPK adalah murni untuk kepentingan pribadi. Dana itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kongres PDIP,” tegas Hasto.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (31/7/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-fraksi-pdi-perjuangan-pdip-adriansyah-komisi-iv_20150411_142340.jpg)