Ancam Gugat PKS karena ‘Dukungan Ganda’
Sayed Merasa Dizalimi
Percakapan itu bisa didengar oleh orang lain yang berada di dalam satu ruangan di kantor DPW PKS Kalsel, Banjarmasin, karena pengeras suara
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wajah Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalsel, Ibnu Sina sempat memerah saat menerima telepon dari salah seorang bakal calon Bupati Kotabaru, Sayed Jafar Alydrus, Kamis (30/7).
Percakapan itu bisa didengar oleh orang lain yang berada di dalam satu ruangan di kantor DPW PKS Kalsel, Banjarmasin, karena pengeras suara atau speaker-nya dihidupkan. “Pak, SK yang dikeluarkan DPP PKS pada 6 Juli 2015 untuk saya ini asli atau palsu? Asli atau tidak? Kalau asli, kenapa ada SK serupa yang keluar pada 27 Juli 2015 tetapi untuk pasangan Alamsyah-Risdianto. Ini bagaimana?” ucap Sayed.
Tak hanya itu. “Apakah saya melanggar aturan atau kesepakatan yang telah kita buat? Saya merasa dizalimi. Saya sudah membesarkan PKS di Pileg (Pemilu Legislatif). Kenapa partai Islam sikapnya melebihi partai nasionalis?” lanjut Sayed dengan nada kesal.
“Kami cuma minta keadilan. Saya adalah orang yang paling mendorong kakak (Sayed) untuk maju. Kok malah diperlakukan begini. Di hari terakhir (pendaftaran) dia (Sayed) dieksekusi! Ini memalukan keluarga. Hari ini (kemarin) gugatan kami sudah masuk ke PN Kotabaru,” tegas adik Sayed yakni Syarifah Santiyansah (anggota DPRD Kalsel).
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (31/7/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pilkada_1_20150728_123429.jpg)