Keuangan Yayasan Al-Furqon juga Diaudit
Pengawas dan Pembina yayasan tersebut mengambil kebijakan untuk melakukan pemeriksaan keuangan di Yayasan tersebut.
Penulis: Fathurahman | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Desakan pemberhentian Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Al- Furqon Palangkaraya, Kalimantan Tengah, DR Tutut Sholehah, yang dimotori oleh Ketua Yayasan Al- Furqon, Murdi, banyak mendapat perhatian berbagai kalangan.
Mencuatnya, kisruh di tubuh Yayasan Al- Furqon Jalan Murai Kelurahan Palangka Kecamatan Jekanraya Palangkaraya terutama adanya perselisihan, antara Ketua Yayasan Murdi serta pengurus lainnya, dan Kepsek SDIT Islam Terpadu, Tutut Sholehah, membuat Pengawas dan Pembina yayasan tersebut mengambil kebijakan untuk melakukan pemeriksaan keuangan di Yayasan tersebut.
Pengawas Yayasan SD Islam Terpadu Al- Furqon Palangkaraya, Sutrisno,dalam pertemuan Senin (3/8/2015) di rumah Pembina/ Pendiri Yayasan Al- Furqon Palangkaraya, H Syarkawi, menyampaikan, hasil rapat gabungan pengurus Yayasan dan Pembina Yayasan serta Pengawas Yayasan tadi malam, meminta agar penggunaan keuangan yang dipakai oleh Pengurus Yayasan juga diperiksa.
"Kami tadi malam meminta agar audit keuangan yayasan, tidak hanya diberlakukan terhadap SDIT Islam Terpadu saja, tetapi juga penggunaan anggaran yang dipakai oleh Pengurus Yayasan Al- Furqon termasuk penggunaan keuangan TK Al Furqon serta pengelolaan masjid AL- Furqon.Ini agar penggunaan anggaran selama ini, transparan." kata Sutrisno.
Menurut dia, keputusan itu diambil, untuk meredam keresahan orang tua siswa di SDIT Al- Furqon, terkait adanya desakan dari Ketua Yayasan Al- Furqon, Murdi yang meminta agar Kepsek Tutut Sholehah segera mungkin, mundur dari jabatan sebagai Kepsek SDIT Al- Furqon Palangkaraya. "Sementara, kami minta Bu Tutut Jangan mengajukan surat mundur dulu, karena akan dibentuk timsel untuk pemilihan Kepsek baru, yang dikoordinatori oleh Bu Tutut Sholehah." katanya.
Keputusan Rapat Gabungan tersebut, juga dibenarkan, Pembina Yayasan Al- Furqon Palangkaraya, H Syarkawi yang meminta penyelesaian masalah di Al- Furqon bisa diselesaikan secara baik-baik."Saya juga meminta Anaknda Tutut Sholehah jangan mundur dulu, sembari mencari pengganti Kepsek yang tepat yang nantinya akan ditentukan oleh Bu Tutut Sholehah sendiri." katanya.
Sementara itu, informasi terhimpun dari orang tua siswa SDIT AL- Furqon Palangkaraya,menyebutkan, selama ini, penggunaan keuangan yang diberikan oleh pengelola SDIT Al Furqon Palangkaraya, kepada Pengurus Yayasan Al- Furqon amburadul, bahkan kabarnya ada pengurus yayasan yang mengutang dana sumbangan dari orang tua siswa hingga mencapai ratusan juta rupiah, yang hingga saat ini belum ada pertanggungjawabannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Murdi, saat ditanya terkait desakannya untuk mengganti Kepsek Tutut Sholehah, mengatakan, hal itu hanya untuk penyegaran dan dia berharap ada transparansi dalam penggunaan keuangan di SDIT Al Furqon Palangkaraya."Kami berharap ada transparansi dalam penggunaan anggaran di SDIT Al- Furqon, dan diperlukan pengganti Kepsek yang baru." katanya.
Terpisah, Kepsek SDIT Al- Furqon Palangkaraya, Tutut Sholehah, dihadapan pengurus,pembina dan pengawas Yayasan Al- Furqon serta wartawan, menegaskan, semua penggunaan anggaran di SDIT Al Furqon Palangakaraya, sudah diperiksa Irjen dan Yayasan sendiri, sehingga pihaknya sangat siap jika penggunaan keuangan di sekolah tersebut diperiksa lagi oleh lembaga manapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepsek-sdit-al-furqon-palangkaraya-tutut-sholelah_20150803_174120.jpg)