Jokowi Pusing Pikirkan Rupiah

tidak masalah jika rupiah tembus Rp 13.500 per dolar AS asal setiap wilayah mampu memanfaatkan potensinya.

Editor: Halmien
banjarmasinpost.co.id/antara
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) 

JAKARTA, BPOST - Presiden Joko Widodo pusing memikirkan dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Pelemahan rupiah atas dolar ada yang mendapat keuntungan, eksportir yang senang, saya yang pusing,” ujarnya sebelum melepas 333 kontainer yang hendak diekspor di terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Senin (3/8).

Meski demikian Jokowi mengaku tetap optimistis melihat geliat perdagangan di sejumlah provinsi. Menurutnya, tidak masalah jika rupiah tembus Rp 13.500 per dolar AS asal setiap wilayah mampu memanfaatkan potensinya. Jokowi pun berharap melambatnya perekonomian dimanfaatkan pelaku usaha di daerah untuk meningkatkan daya saing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar pada pekan pertama Agustus 2015, kembali mengalami tekanan. Kemarin, kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp 13.492 per dolar AS atau melemah 11 poin dari posisi sebelumnya Rp 13.481 per dolar AS.

Data Bloomberg pada pukul 11.17 WIB bahkan menunjukkan rupiah berada di posisi Rp 13.506 per dolar AS.

Posisi tersebut merupakan level terendah sejak krisis 1998. Tercatat pada tanggal 17 Juni 1998, rupiah pernah berada di puncak rekor terlemah yakni Rp 16.650 per dolar AS.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (4/8/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved