Bagi yang Belum Bertobat

ADALAH Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang secara terbuka mendorong peserta muktamar Muhammadiyah di Makassar

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADALAH Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang secara terbuka mendorong peserta muktamar Muhammadiyah di Makassar, Kalsel, mengeluarkan ‘fafwa’ agar jenazah koruptor tidak disalatkan.

Kepada pers, kemarin, Dahnil menegaskan, rekomendasi itu hanya ditujukan untuk para koruptor yang belum bertobat sebelum meninggal. “Ya kalau dia sudah bertobat dan meminta maaf kepada publik, bolehlah jenazahnya disalatkan,“ kata dia.

Dahnil mengakui kadar pertobatan seseorang termasuk terpidana kasus korupsi memang sulit diukur. Oleh karena itu, pertobatan itu perlu diiringi permintaan maaf yang tulus kepada masyarakat.

Lebih dari itu, Dahnil juga menilai tindakan koruptor sulit diampuni, termasuk pula dari sisi agama. Sebab, menurut dia, korupsi tidak ubahnya menduakan Tuhan. “Itu dosa yang berat dalam agama Islam. Yang harus dipahami, korupsi itu sama dengan sirik sosial, sirik muamalah, dosanya tak terampuni,” tegasnya.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (6/8/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved