Rupiah Terpuruk Saat Reshuffle
Posisi itu adalah terendah sejak masa krisis pada 1998 silam. Tercatat pada 17 Juni 1998, rupiah pernah berada di puncak rekor terlemah pada Rp 16.650
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melakukan reshuffle, Rabu (12/8). Perombakan kabinet itu dilakukan saat nilai tukar rupiah benar-benar terpuruk. Dibuka pada posisi Rp 13.800 per dolar AS, menjelang detik-detik pengumuman reshuffle, rupiah justru terjerembab pada posisi Rp 13.824 per dolar AS pada pukul 02.00 Wita.
Posisi itu adalah terendah sejak masa krisis pada 1998 silam. Tercatat pada 17 Juni 1998, rupiah pernah berada di puncak rekor terlemah pada Rp 16.650 per dollar AS. Berdasar pantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), usai pelantikan para menteri baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih tenggelam di zona merah. IHSG melorot 128,57 poin (2,78 persen) di posisi 4.494,02.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pelemahan nilai tukar rupiah itu sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, Apindo menyebut kondisi mata uang ‘Garuda’ dalam taraf bahaya. “Rupiah sudah sangat lemah. Ini sesuatu yang bahaya kalau terus-terusan begini,” ujar Ketua Apindo, Haryadi Sukamdani di Jakarta, Rabu (12/8).
Kekhawatiran makin hancurnya rupiah muncul karena adanya tindakan People’s Bank of China yang mendevaluasi (menurunkan) nilai tukar mata uangnya, yuan. Karena itu, tegas Haryadi, tidak ada jalan lain bagi pemerintah selain melakukan langkah konkret untuk menahan pelemahan rupiah.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (13/8/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bpost-edisi-kamis-1382015_20150813_082323.jpg)