Menkeu Bilang Sudah Kerja

Bakal Tembus Rp 14 Ribu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin tertekan. Jumat (21/8) kemarin, kurs rupiah sempat terkapar di angka Rp 13.963

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/antara
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin tertekan. Jumat (21/8) kemarin, kurs rupiah sempat terkapar di angka Rp 13.963 sebelum agak membaik di Rp 13.921 per dolar AS. Tertembusnya batas psikologis Rp 14.000 per dolar AS, kemungkinan hanya menunggu waktu.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 13.882-14.001 per dolar AS pada Jumat pagi hingga siang, sebelum ditutup pada Rp 13.921. Secara umum, rupiah sudah mengalami depresiasi sekitar 10,68 persen sejak awal tahun ini.

Untuk mengantisipasi makin melemahnya mata uang ‘Garuda’, analis pasar uang Rully Nova mendesak Bank Indonesia (BI) segera melakukan intervensi.

Sementara Menkeu Bambang PS Brodjonegoro menegaskan pemerintah memiliki strategi untuk menjaga nilai tukar rupiah. Akan tetapi dia enggan menungkapkan. “Tidak bisa disampaikan sekarang. Yang pasti, pemerintah dan BI tidak berdiam diri,” tegas dia.

Bambang juga mengatakan, kurs rupiah sulit menguat karena mata uang negara lain juga melemah. Selain itu, jika rupiah diperkuat, justru mengganggu daya saing produk Indonesia. “Kalau rupiah diperkuat, seolah-olah menguat terhadap semua mata uang, maka daya saing terganggu,” ujar dia.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Sabtu (22/8/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved