Catchment Area Rusak Akibat Penebangan dan Pembukaan Lahan
tak hanya sumber serapan air baku terganggu. Tapi empat titik wilayah menjadi catchment area, adalah berada di kawasan hutan lindung
Penulis: Herliansyah | Editor: Halmien
BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Empat titik kawasan hutan lindung rusak diduga akibat aksi penebangan liar (bangli) yang menjadi salah satu penyebab krisis air, karena terganggunya daerah serapan air baku atau catchment area.
Hal itu diungkapkan Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah, usai melakukan pengecekan ke empat titik catchment area menjadi sumber serapan air baku untuk distribusi air bersih ke masyarakat, akhir pekan lalu.
Menurut Ipansyah, tak hanya sumber serapan air baku terganggu. Tapi empat titik wilayah menjadi catchment area, adalah berada di kawasan hutan lindung.
Antara lain kawasan hutan lindung Gunung Sari, Sebelimbingan, Gunung Ulin, dan kawasan hutan lindung Gunung Sebatung.
Kerusakan catchment area diduga selain akibat penebangan liar, namun ditengarai karena pembukaan lahan yang dilakukan secara jor-joran.