Rupiah Masih Rawan Jatuh

Pengusaha Banua Resah

Sejauh ini, belum ada amunisi yang bisa mengatrol mata uang Garuda. Senin (24/8) rupiah terpeleset ke level psikologis Rp 14.000

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/antara
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejauh ini, belum ada amunisi yang bisa mengatrol mata uang Garuda. Senin (24/8) rupiah terpeleset ke level psikologis Rp 14.000 per dolar AS akibat koreksi tajam pasar saham.

Pantauan di Haji La Tunrung Jalan Haryono MT Banjarmasin, hingga Senin siang sudah keluar dollar sebanyak 5.000 USD. CS Haji La Tunrung, Zaenab mengatakan, meski rupiah sudah 14.000, masyarakat masih ramai membeli dolar AS karena berkeyakinan dollar akan terus naik.

“Padahal nilai dollar masih tinggi dan jika beli dolar saat ini untuk dilepas lagi, spekulatifnya juga tinggi,” katanya,

Kenaikan dollar membuat pengusaha di Kalsel resah. Kondisi perekonomian di Kalsel diprediksi akan semakin buruk jika keadaan ini tidak segera ditangani pemerintahan Joko Widodo.

“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah untuk bisa menahan laju kenaikan dolar terhadap rupiah,” kata Supriadi, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel. Disebutkan dia, kondisi ekonomi saat ini dampaknya tentu kurang baik untuk kondisi berusaha. Pihaknya menyayangkan gebrakan tim ekonomi Jokowi tidak mampu menahan menguatnya dolar terhadap rupiah.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (25/8/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved