Memed Khawatir Gedung DPR Runtuh
Meskipun gonjang-ganjing ekonomi masih melanda negeri ini, bahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus Rp 14.000
BANJARMASINPOST.CO.ID - Meskipun gonjang-ganjing ekonomi masih melanda negeri ini, bahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus Rp 14.000, sebagian anggota DPR terus mendorong terealisasinya tujuh proyek di kompleks gedung DPR, Jakarta. Nilai proyek itu mencapai Rp 2,7 triliun.
Ketujuh proyek itu adalah pembangunan museum dan perpustakaan, alun-alun demokrasi, jalan akses tamu, visitor center, pusat kajian, ruang anggota, serta integrasi tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR.
Salah satu politisi yang menyuarakan perlunya realisasi proyek itu adalah Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Ahmadi Noor Supit. Legislator asal Banua ini mengatakan gedung Nusantara I DPR sudah dalam kondisi miring karena kelebihan kapasitas. “Gedung ini nggak boleh runtuh hanya karena rumah rakyat didatangi rakyat sebanyak-banyaknya,” kata dia di Jakarta, kemarin.
Menurut politisi Partai Golkar ini, tiap harinya gedung DPR dikunjungi 5 ribu orang yang terdiri atas anggota, staf, dan tamu. “Dulu pernah dilaporkan (Gedung Nusantara I DPR) miring. Kalau bebannya tidak diatur, ini rumah rakyat. Kalau di luar negeri orang yang masuk parlemen itu diatur, nggak boleh lebih dari kapasitasnya,” ucap pria yang akrab disapa Memed ini.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (27/8/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id