Kondisi Sungai Banua Dibahas di KSI 2015

Digelar dari 26-30 Agustus 2015. Acara nasional yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan itu membahas tuntas nasib sungai Indonesia

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/restudia
Puluhan kelotok berada di sungai Martapura depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Setiap kelotok diisi anggota HTI, beberapa berdiri di atas kelotok sembari mengibarkan bendera HTI. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kongres Sungai Indonesia (KSI) berlangsung di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Wakil Banua, diwakili Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat.

Digelar dari 26-30 Agustus 2015. Acara nasional yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan itu membahas tuntas nasib sungai Indonesia dan menegaskan eksistensi Indonesia sebagai negara maritim.

Dosen Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unlam dari LPPM Unlam, Arif Rahman Nugroho, S.Pd., M.Sc mengatakan acara bertema besar itu dihadiri 800 orang. Dia mewakili Unlam dan Kalimantan.

Acara yang dibuka Menko Pembangunan Manusia& Kebudayaan Puan Maharani itu dihadiri semua Pemangku Sungai di Indonesia. Ada akademisi, birokrat hinga para aktivis penggiat sungai.

"ini "embrio". pertama kali temu komunitas terbesar di dunia, usai Salat Jumat kami rumuskan aksi nasional, aksi daerah. Banua haruss hadir dan didengar. Juga nanti akan ada sosialisasi di Kalsel tentunya sebagai ini flow up dari "Pembentukan Masyarakat Peduli Sungai" yang di inisiasi oleh Pemko Banjarmasin via Bappeda," bebernya, Jumat (28/8).

Dikatakannya, nantinya akan selain sosialisasi akan dibentuk Komunitas-komunitas sungai anak-anak DAS Barito. Sebagai penguatan individu dan masyarakat, jadi hal mutlak untuk mengawal kebijakan dan perencanaan pemerintah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved