Langit Palangkaraya Mulai Terang
Kebijakan pemberangkatan jamaah calon haji melalui jalur darat, telah dilakukan. Tapi keputusan ini ternyata berbanding terbalik dengan kondisi
Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA – Kebijakan pemberangkatan jamaah calon haji melalui jalur darat, telah dilakukan. Tapi keputusan ini ternyata berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi.
Paling tidak kabut asap yang menjadi alasan pembatalan lewat udara dari embarkasi haji antara Tjilik Riwut Palangkaraya, Jumat (11/9/2015) malam, tidak seperti yang dikhawatirkan. Kabut asap cenderung menipis sehingga langit terlihat terang.
“Tren perkembangan cuaca malam ini memang cenderung membaik dibanding tadi sore,” kata Kepala Dishubkominfo Kalteng Muhammad Hatta.
Keputusan memberangkatkan jamaah calon haji keloter VI kembali lewat darat dilakukan karena panitia haji daerah khawatir peristiwa yang terjadi pada keloter IV, terulang.
Tebalnya kabut asap di embarkasi Syamsuddin Noor Banjarmasin, Rabu (10/9/2015) dini hari, membuat pesawat Garuda angkutan yang dicarter bagi jamaah tak berani take off dan kembali mendarat di embarkasi.
Saat berita ini dibuat, kabut asap di Kota Palangkaraya cenderung menipis dengan jarak pandang berkisar 1.000 meter. Pesawat komersil yang pada siang hari terpaksa melakukan pembatalan penerbangan ke Bandara Tjilik Riwut, sudah ada yang mendarat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kabut-asap-kendaraan-palangkaraya-masker_20150910_090438.jpg)