Saat Mencekik, Icang Tak Tahu Istrinya Sedang Hamil

"Pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa korban memang positif sedang hamil empat bulan ketika tewas dibunuh," kata Kabid Penmas Polda Kaltim

Saat Mencekik, Icang Tak Tahu Istrinya Sedang Hamil
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Rasa cemburu buta yang menyelimuti Jumansyah alias Icang (26), warga Sotek, Kabupaten Penajam Pasir Utara (PPU) membuatnya gelap mata hingga membunuh itrinya, Siti Sarah (22) yang sedang mengandung empat bulan.

"Pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa korban memang positif sedang hamil empat bulan ketika tewas dibunuh," kata Kabid Penmas Polda Kaltim, AKBP Ashadi, Rabu (16/9/2015).

Sejak Siti ditemukan tewas di kediamannya pada 5 Januari silam, Icang yang diyakini polisi adalah pelaku pembunuhan, menghilang dan resmi menjadi buronan. Setelah tujuh bulan buron, polisi akhirnya menemukan persembunyian pria itu di sebuah pertambangan liar di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pada Selasa (15/9/2015), polisi akhirnya membekuk Icang yang tak melakukan perlawanan saat diringkus. “Kasus ini terjadi di wilayah PPU, maka berikutnya kita limpahkan ke sana,” kata Ashadi.

Icang, buruh pemetik buah sawit di Penajam,. mengungkapkan awal mula pembunuhan itu. Icang mendapati Siti selalu asyik menelepon dengan orang yang diperkirakan sebagai kekasih gelapny. Icang mengakui dirinya makin cemburu karena istrinya menelepon "orang misterius" itu setiap hari dan tidak kenal waktu.

“Sempat saya tinggal tiga bulan ke Kota Baru. Saya pulang dan dia tidak mau (berhubungan intim) tiap kali saya minta,” kata Icang di unit Jahtanras Polda Kaltim, Rabu (16/9/2015).

Cemburu makin membakar Icang manakala menerima kabar sesama warga tentang perselingkungan istrinya dan pengakuan anak mereka sendiri. “Bahkan saya melihat sendiri mereka berciuman. Saya sakit hati. Satu hari setelah ciuman itu, saat istri sedang menelepon, saya pukul dia,” katanya.

Tidak hanya itu. Siti yang sempat berteriak malah dicekik hingga tewas. “Setelah tidak bergerak, saya lari, ambil motor dan anak. Sampai Kuaro naik mobil plat hitam ke Kota Baru,” kata Icang.

“Saya tinggal motor dan anak saya di Kuaro dan saya meneruskan sampai Kota Baru,” tambah Icang.

Icang tidak menunjukkan rasa penyesalan meski akhirnya tahu kondisi Siti sedang hamil ketika dibunuh. “Saya tidak tahu kalau dia hamil. (Jika hamil) bukan dari saya. Dia tidak pernah mau berhubungan lagi dengan saya,” kata Icang.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved