Kelompok Penyandera Kabur ke Dalam Hutan

Bebas Secara Adat

Menurut Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir, semula kelompok yang diduga Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan pasukan Papua Nugini sudah

Bebas Secara Adat
pekanbaru.tribunnews.com
ilustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Setelah disandera kelompok bersenjata sejak Rabu (9/9) lalu, akhirnya dua warga negara Indonesia (WNI), Ladiri Sudirman (28) dan Badar (29), bisa dibebaskan oleh pasukan Papua Nugini, Kamis (17/9) malam. Kabarnya, operasi pembebasan itu tidak disertai baku tembak, meski militer Papua Nugini mengerahkan puluhan personel bersenjata lengkap disertai helikopter.

Menurut Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir, semula kelompok yang diduga Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan pasukan Papua Nugini sudah bersepakat untuk melakukan pertemuan di suatu tempat. Namun, kelompok itu tidak menepati janji. Penguberan pun dilakukan pasukan Papua Nugini hingga ke dalam hutan di kawasan perbatasan dengan Indonesia.

“Upaya berhasil. Mereka bisa menyelamatkan dua WNI itu dengan tidak melakukan kekerasan yang berlebihan. Papua Nugini yang mengetahui secara pasti detail pembebasan itu,” ucap Arrmanatha.

Informasi lain diberikan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya. Dia mengungkapkan, pembebasan Sudirman dan Badar juga dilakukan melalui pendekatan adat. “Makanya bisa dibebaskan secara sukarela. Di sana (Papua dan Papua Nugini) adat yang utama,” tegas Lenis yang juga mantan ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua ini.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Sabtu (19/9/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved