Perabot Rini Dilaporkan ke KPK

Saat dikonfirmasi, Lino tidak memberikan jawaban tegas. Dia pun balik menuding pelaporan itu hanya upaya menyudutkan dirinya.

Perabot Rini Dilaporkan ke KPK
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo dan Rini Soemarno saat memperkenalkan Kantor Transisi Jokowi-JK di Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu melaporkan keberadaaan perabot rumah milik Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, menurut Masinton, perabotan atau perlengkapan rumah itu diduga gratifikasi dari Dirut PT Pelindo II RJ Lino. “Nilainya Rp 200 juta,” tegas Masinton di Jakarta, Selasa (22/9).

Saat dikonfirmasi, Lino tidak memberikan jawaban tegas. Dia pun balik menuding pelaporan itu hanya upaya menyudutkan dirinya. “Ini kan kerjaan orang-orang yang bikin isu nggak jelas! Buat baik di negeri ini susahnya bukan main,” tegas dia.

Dalam dokumen yang diserahkan Masinton ke KPK, terdapat nota dinas dari Lino untuk keperluan pengadaan rumah dinas Menteri BUMN. “Ini surat fotokopi makanya kami meminta klarifikasi KPK, termasuk gratifikasi atau bukan. Jika gratifikasi, tentu harus diusut,” tegas dia.

Beberapa perabotan yang dilaporkan antara lain, satu kursi sofa tiga dudukan senilai Rp 35 juta, dua unit kursi sofa satu dudukan Rp 25 juta, satu unit meja sofa Rp 10 juta, enam unit kursi makan Rp 3,5 juta, satu unit meja makan Rp 25 juta serta perlengkapan ruang kerja senilai Rp 59 juta.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (23/9/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved