Pedagang Pasar Terapung Dijatah Makan
Tak Ada Pengelola Piere Tendean
Semula, pernah tercetus adanya pengelola khusus berupa UPTD atau badan. Tapi, rencana itu kemudian tak terdengar lagi
Penulis: Restudia | Editor: Halmien
BANJARMASIN, BPOST - Kawasan Jalan Piere Tendean kini menjadi pusat wisata Kota Banjarmasin. Setiap akhir pekan, bahkan di hari-hari biasa, kawasan itu dipenuhi warga.
Namun, ramainya berbagai fasilitas umum di kawasan siring, tidak dibarengi dengan perawatan. Bahkan, pengelolaan siring berikut berbagai fasilitas yang ada, tidak jelas siapa pengelolanya.
Semula, pernah tercetus adanya pengelola khusus berupa UPTD atau badan. Tapi, rencana itu kemudian tak terdengar lagi.
Sejumlah pejabat di dinas terkait di Pemko Banjarmasin mengatakan, setelah selesai pembangunan siring dan beberapa fasilitas di siring, telah diserahkan ke pemko.
Ketika dicetus pasar terapung Piere Tendean, para pedagang mendapat insentif Rp 50 ribu dari Dibudparpora Kota Banjarmasin (kini Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya). Kini, jatah para pedagang hanya makan siang.
Salamah mengaku memperoleh bahan dagangan dari pasar terapung Lokbaintan dengan harga lumayan mahal. “Bersyukur ada di sini, tapi jualnya juga tidak boleh mahal. Untungnya seribu dua ribu,” ucap dia yang diamini pedagang lain, Salasiah.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (29/9/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id