Suku Asli Amerika Berencana Buka Resor Khusus Ganja

Suku asli Sioux Santee di negara bagian Dakota Selatan, berencana membuka resor ganja pertama di Amerika Serikat.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, DAKOTA SELATAN - Suku asli Sioux Santee di negara bagian Dakota Selatan, berencana membuka resor ganja pertama di Amerika Serikat.

Rencana tersebut telah didukung 400 anggota suku yang sebelumnya mengoperasikan kasino, hotel dan peternakan kuda.

"Kami berharap legalitas resor ganja ini dapat menjadi pemicu pendapatan baru," kata kepala suku Sioux Santee, Anthony Reider dikuti AP.

Tanaman yang dikategorikan narkoba di Indonesia itu sebenarnya ilegal di Dakota Selatan. Namun, pihak suku telah mengizinkan untuk menanam dan menjual ganja sejak Juni lalu.

Secara resmi, penjualan ganja tersebut akan dimulai pada 31 Desember, saat malam tahun baru mendatang.

"Penjualannya akan terbuka pada malam tahun baru dan hanya dijual sesuai pemesanan," terang Reider.

Menurut Reider, tanaman bernama latin Cannabis Sativa itu akan dibudidayakan khusus di tempat yang berijin.

Pasalnya, Departemen Kehakiman mengeluarkan kebijakan baru yang memungkinkan suku asli Amerika untuk menanam dan menjual ganja dengan cara yang sama untuk beberapa negara bagian AS, seperti Colorado pada tahun 2014.

"Ada tempat lain di Amerika yang memiliki tempat seperti ini," lanjutnya.

Teknisnya, ruangan budidaya tersebut akan menyatu dengan ruangan khusus merokok ganja. Selain ruangan khusus merokok, tempat tersebut juga akan difasilitasi lounge yang memiliki permainan, makanan dan bar, berikut mesin permaianan dan tempat musik.

"Kami ingin tempat itu menjadi sebuah taman bermain orang dewasa," tegas Reider.

Namun, peraturan ketat, melarang pihak suku menjual ganja kepada anak-anak atau menanam di lahan publik.

Untuk teknis penjualan, pihak suku akan menjual ganja dengan kondisi tersegel dalam kemasan paket satu gram seharga 12,50 - 15 dollar AS.

Untuk penjualan per paket, pembeli hanya dapat membeli satu gram dalam sekali transaksi. Reider memprediksi, resor tersebut akan mengahasilkan hingga 2 juta dollar AS per bulan.

"Pihak suku harus melihat peluang ini. Karena, untuk melestarikan masa lalu, kita harus memajukan masa sekarang," demikian Reider.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved