Berburu Gelar

Gelar BA waktu itu terasa hebat. Banyak orang Banua yang bertitel BA menjadi orang besar, sebut saja (Alm) KH Syafriansyah BA yang pernah menjadi

Editor: Didik Triomarsidi

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - TAHUN 1969 aku menerima gelar Sarjana Muda, dengan titel BA (Bachelor of Arts), dari Fakultas Ushuluddin, IAIN Antasari, Banjarmasin, di Amuntai. Alangkah bangganya, namaku selalu disebut Husin Naparin BA.

Gelar BA waktu itu terasa hebat. Banyak orang Banua yang bertitel BA menjadi orang besar, sebut saja (Alm) KH Syafriansyah BA yang pernah menjadi anggota DPR beberapa periode; KH Umar Yasin BA pernah menjabat Kakanwil Depag (sekarang Kemenag) Sulsel, Kalsel dan Kaltim; KH Ahmad Makkie BA, pernah jabat Bupati Tapin dua periode, anggota DPD, dan kini Ketua Umum MUI Kalsel.

Gelar S1, penulis dapatkan dari Al-Azhar University, Kairo, Mesir yaitu titel Lc (License); lulusan S1 Timur Tengah bergelar demikian. Kemudian gelar S2 yaitu MA (Master of Arts) bidang study Islam penulis terima dari Punjab Universty, Lahore Pakistan, dan jurusan Bahasa Arab pada Islamic Universty, Islamabad, Pakistan.

Di Indonesia, sarjana lengkap (S1) diberi gelar Drs (Doktorandus), ada yang memplesetkan ‘doktor sementara.’ Sekarang gelar S1 ditaruh di belakang nama seperti SPd (Sarjana Pendidikan); dan untuk S2 dengan titel MAPd (Magister Administrasi Pendidikan), MAg (Magister Agama), dan lain-lain.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (2/10/9/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved