Payung, Bagian Tak Terpisahkan dari Kehidupan Warga Jepang
JIKA mengintip sebagian tas perempuan di Jepang, selain membawa Pasmo atau kartu sejenis ATM untuk melintas di Subway stasiun kereta bawah tanah
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID - JIKA mengintip sebagian tas perempuan di Jepang, selain membawa Pasmo atau kartu sejenis ATM untuk melintas di Subway stasiun kereta bawah tanah, kebanyakan juga membawa payung lipat. Apalagi disaat musim penghujan. Baik perempuan maupun laki laki bersedia payung sebelum hujan.
Budaya bawa payung ini, rupanya sudah terbiasa dan sangat membudaya. Bahkan selama wartawan BPost mengujungi hampir seluruh gedung perkantoran, toko dan sejenisnya di Tokyo ada tempat payungnya.
Tempat payung itu, bervariasi bahkan dari pengamatan ada tempat payung yang mengunakan kunci. Jadi juga tidak bisa menggunakan sembarang payung. Payung itu diletakkan ditempat payung dan berjejer. Semacam garasi parkiran untuk payung.
Kamis (1/10) sekitar pukul 20.00 waktu Tokyo, rombongan journalist muda Asean di acara Nihon Shinbun Kyokai atau Japan Newspaper Publisher and Editors Association keluar dari gedung kokoh Nippon Press Center di Tokyo.
Awan hitam menyambut, melihat temperatur sampai 18 derajat celsius. begitu dingin bahkan angin kencang juga melanda. Semua yang melewati lorong jalan menggunakan payungnya.
Untungnya semua peserta sudah diingatkan untuk bawa payung. Ternyata benar hari itu turun hujan. Semua peserta dari berbagai negara di asean itu pun juga ikut menggunakan payungnya.
Petugas NSK, Ayaka dan Mamiko yang memandu journalist dari beberapa negara Asean itu juga menggunakan payung. Meski tidak hujan, mereka membawa untuk menghidari teriknya matahari.
"Kami selalu bawa payung, kalau hujan diperkirakan hujan besar saya bawa yang panjang, kalau hujan ringan biasanya saya bawa payung lipat di tas, sehingga jangan heran kalau ada tempat payung di perkantoran," kata Mamiko Nakasima.
Perempuan yang juga menjadi salah satu Editor dan Program Internasional di NSK-Jepang tersebut menyebut ramalan cuaca di Jepang bisa dibilang jitu. "Kita disini sudah membudaya, makanya di tempat perkantoran juga ada tempat "parkir" payung," kata dia.
Bukan hanya Mamiko, tapi juga Ayaka Kojima mengatakan bahwa payung tersebut akan sangat berarti jika hujan. "Jadi tidak akan basah bayu kita," tandas Ayaka.
Jadi benar Jepang juga merupakan negara pengguna payung terbanyak. Tanpa memandang usia atau jenis kelamin, masyarakat Jepang adalah orang-orang yang membuka payung saat hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/payung-jepang_20151002_190445.jpg)