Terungkap, OC Kaligis Suka "Nyelonong" ke Ruangan Hakim PTUN Medan

Dalam pertemuan pertama dengan Kaligis pada 29 Mei 2015, Kaligis datang ke ruangan Tripeni diantar oleh sekretaris panitera, Syamsir Yusfan

banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Terdakwa Otto Cornelis (OC) Kaligis menjalani sidang putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (22/9/2015). Ia didakwa menyuap majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Medan, Sumatera Utara, sebesar 27.000 dollar AS dan 5.000 dollar Singapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pengacara Otto Cornelis Kaligis pernah muncul di Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan, Sumatera Utara secara tiba-tiba. Hal tersebut diakui Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, saat bersaksi dalam sidang dugaan suap kepada hakim dan panitera PTUN Medan.

Dalam pertemuan pertama dengan Kaligis pada 29 Mei 2015, Kaligis datang ke ruangan Tripeni diantar oleh sekretaris panitera, Syamsir Yusfan. Namun, dalam kedatangannya yang kedua kali, Kaligis "nyelonong" masuk ke ruangan Tripeni.

"Sebelum putusan, OCK pernah masuk ruangan saya sendirian. 'Nyelonong' aja. Saya tidak undang tapi dia masuk sendiri," ujar Tripeni di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Padahal, kata Tripeni, untuk bertemu dengan hakim semestinya tamu melalui resepsionis di lantai bawah Kantor PTUN Medan. Kedatangan Kaligis tersebut untuk berkonsultasi mengenai gugatan yang akan diajukan ke PTUN. Dalam dua pertemuan tersebut, Kaligis memberikan Tripeni amplop putih.

Pada kedatangan pertama, Kaligis memberikan amplop berisi uang sebesar 5.000 dollar Singapura. Sementara pada kedatangan kedua, Kaligis memberi amplop berisi 10 ribu dollar AS beserta beberapa buku.

Tak hanya Kaligis, anak buahnya yang bernama M Yagari Bhastara juga pernah muncul di ruangan Tripeni secara tiba-tiba pada 9 Juli 2015. Saat itu, Gary membawa amplop berisi uang 5.000 dollar AS.

"Saya enggak tahu tiba-tiba Gary ke ruangan. Saya enggak pernah undang, dia datang ke ruangan saya," kata Tripeni.

"Dia datang kemudian menyerahkan amplop. 'Pak, ini terima kasih dari OCK'. Saya menolaknya. Gary taruh di kursi dan Gary keluar," ujar dia.

Setelah itu, Tripeni meminta bawahannya agar menolak Kaligis maupun bawahannya masuk ke ruangannya tanpa seizinnya. Hari itu juga petugas KPK menangkap mereka.

Hal serupa juga dialami oleh hakim PTUN Medan Amir Fauzi. Amir mengaku pernah mendapati Kaligis berada di ruangannya setelah sidang gugatan Kaligis dengan agenda pemeriksaan ahli.

"(Pertemuan) inisatif OC Kaligis. Setelah sidang selesai pemeriksaan ahli, dia masuk sudah ada di meja kerja saya," ujar Amir.

Saat itu, Kaligis menanyakan bagaimana tanggapan majelis hakim mengenai keterangan ahli yang dihadirkan. Namun, Amir merasa tidak berwenang menjawab karena berada di luar persidangan. Diakui Amir, saat itu ia tidak nyaman dengan kehadiran Kaligis.

"Karena saya sudah tidak nyaman, menolak untuk terima beliau, saya sudah tidak fokus lagi apa yang dia katakan," kata dia.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved