Surat Tim Transisi Bikin Panitia Bingung
Zona Kalimantan Jalan Terus
Dalam redaksi surat yang ditanda tangani Bibit Samad Rianto, ketua Tim Transisi tersebut tertulis kalimat, "Perlu kami ingatkan, bahwa penggunaan
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - TIM Transisi telah membuat surat yang ditujukan kepada Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov) terkait pelaksanaan Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON).
Dalam redaksi surat yang ditanda tangani Bibit Samad Rianto, ketua Tim Transisi tersebut tertulis kalimat, "Perlu kami ingatkan, bahwa penggunaan anggaran negara dalam kegiatan Pra-PON, APBN dan APBD harus berkoordinasi dan disupervisi Tim Transisi berdasarkan SK Menpora aquo. Tindakan Asprov di luar koordinasi dan supervisi Tim Transisi akan berpotensi pidana dan Tim Transisi akan mengambil tindakan hukum yang tegas, sesuai dengan peraturan perundangan bekerja sama dengan KPK, kepolisian dan kejaksaan."
Malah Asprov PSSI Kalsel pun cukup dibuat bingung dengan adanya surat yang datang dari Tim Transisi tersebut. "Kami juga jadi bingung sebenarnya. Kan induk organisasi kami adalah PSSI, jadi seharusnya kalau mau berkoordinasi lewat PSSI pusat saja atau bisa juga lewat KONI pusat. Nanti kami baru mendapatkan koordinasi dari PSSI pusat, apakah akan tetap menggelar babak kualifikasi atau tidak," ujar Ketua panitia prakualifikasi Zona Kalimantan, Djumadri Masrun.
Untuk itulah Djumadri menambahkan Asprov PSSI Kalsel pun terus akan bekerja sesuai agenda yang sudah terencana sebelumnya. "Kami masih terus jalan melakukan persiapan. Karena dari PSSI dan KONI juga masih belum ada kabar, jadi asumsinya babak kualifikasi tetap digelar," pungkasnya.
Selengkapnya baca Metro Banjar edisi cetak Jumat (2/10/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tim-pra-pon-kalsel-sedang-latihan_20150919_063325.jpg)