Palangkaraya Jadi Lokasi Syuting Film

Kabut Asap Terburuk dalam Sejarah

Kabut asap akibat pembakaran dan kebakaran lahan dan hutan di Indonesia, yang juga menyelimuti beberapa negara di Asia Tenggara

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Udara Palangkaraya sudah tidak sehat lagi, Sabtu (3/10/2015) asap sudah menguasai udara Palangkaraya, kabut asap tebal mengakibatkan cahaya matahari pun tidak bisa menembus bumi, sehingga warna Kota Palangkaraya menjadi kuning, karena debu kabut asap. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kabut asap akibat pembakaran dan kebakaran lahan dan hutan di Indonesia, yang juga menyelimuti beberapa negara di Asia Tenggara, dinilai ilmuwan Goddart Institute for Space Studies The National Aeronautic and Space Administration (NASA), Robert Field, termasuk krisis polusi udara terburuk sepanjang sejarah.

Menurut dia, sebagaimana dikutip The Straits Times, kemarin, kabut asap itu sudah hampir separah masalah serupa pada 1997. Saat itu, kabut asap dari Kalimantan dan Sumatera menimbulkan bencana serupa di Malaysia, Singapura, Brunei bahkan Thailand.

Herry Purnomo, ilmuwan asal Indonesia yang berbasis di Centre for International Forestry Research, juga sependapat situasi saat ini serupa kejadian 1997.

Di sisi lain, kabut asap justru memantik kreativitas sutradara Joko Anwar untuk menggambarkannya dalam film. Syuting film serangan kabut asap itu dilakukan mulai tahun ini.

“Salah satu lokasi syutingnya di Palangkaraya, Kalteng. Skenarionya sudah siap. Sementara pelakonnya, saya akan merekrut warga lokal,” ujar pria yang memenangi penghargaan Film Terbaik dan Skenario Terbaik pada Festival Film Indonesia 2008 ini.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Senin (5/10/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved