Sampai Kapan Harus Bersabar?

Sejak Selasa (6/10) kemarin, Ali Djaini Koso tidak bisa lagi mencari sang istri, Fatimah binti Abdul Hamid (58)

Editor: Eka Dinayanti
KOMPAS.COM/ M Wismabrata
Jemaah haji 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Sejak Selasa (6/10) kemarin, Ali Djaini Koso tidak bisa lagi mencari sang istri, Fatimah binti Abdul Hamid (58) yang ‘hilang’ sejak 24 September 2015 lalu, ketika menjalani perawatan di RS RS Arafah, Arab Saudi.

Penyebabnya, mulai hari itu Ali dan rombongan haji Keloter BDJ 01 harus ke Madinah guna meneruskan prosesi haji, yakni Salat Arbain di Masjid Nabawi. Sebelumnya, saat masih berada di Mina, lurah Sungai Baru, Banjarmasin itu terus melakukan pencarian.

Salah seorang petugas Sansur Haji yang kerap menemani Ali saat berkeliling ke rumah sakit adalah Datuk Sandar Madu.

Sementara Fadli mengaku masih bingung, siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya sang ibu.

Dia juga beberapa kali ke Kanwil Kemenag Kalsel. Namun, jawaban yang diterimanya selalu permintaan agar bersabar.

“Sampai kapan kami harus bersabar. Sampai saat ini kondisi ibu kami belum ada kejelasan. Saya dan keluarga berharap ada keseriusan untuk mencari ibu kami, bukan selalu memberikan jawaban agar kami bersabar,” tegas pria yang bekerja sebagai polisi ini.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (8/10/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved