Tripeni Akui Terima Ribuan Dolar dari OC Kaligis

Tripeni menjadi saksi untuk OC Kaligis yang didakwa menyuap hakim dan panitera PTUN senilai total 27 ribu dolar AS

Tripeni Akui Terima Ribuan Dolar dari OC Kaligis
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi suap Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan Otto Cornelis Kaligis menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (1/10).

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Tripeni Irianto Putro mengakui pernah menerima 5.000 dolar Singapura dan 15.000 dolar AS dari Otto Cornelis Kaligis karena menjadi hakim yang memutuskan perkara pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

"Pertama, (bertemu) sebelum perkara didaftarkan sempat Pak OCK berkonsultasi karena ini perkara baru dan belum pernah di PTUN Medan, dan harus selesai dalam waktu 21 hari yaitu sekitar 29 April 2015, (Pak OCK) menyerahkan amplop putih, saya tidak tahu pasti jumlahnya tapi di hadapan penyidik jumlahnya segitu (5.000 dolar Singapura," kata Tripeni dalam sidang pemeriksaan saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Tripeni menjadi saksi untuk OC Kaligis yang didakwa menyuap hakim dan panitera PTUN senilai total 27 ribu dolar AS dan 5 ribu dolar Singapura.

"(Amplop) ini untuk konsultasi (kata OCK), itu diberikan di ruangan saya," ungkap Tripeni.

Uang kedua diberikan pada 5 Mei 2015 seusai OC Kaligis mendaftarkan perkara di PTUN Medan.

"Iya (OCK) menyerahkan amplop putih, tapi saya tidak tau jumlahnya, penyidik yang menghitung, kalau tidak salah 10 ribu dolar AS," tambah Tripeni.

Saat itu menurut Tripeni, Kaligis kembali berkonsultasi mengenai perkaranya di ruangan Tripeni.

"Itu untuk konsultasi tapi tidak terkait gugatan, hanya rencana pengajuan gugatan," jelas Tripeni.

Pertemuan ketiga terjadi pada 2 Juli 2015 dengan OC Kaligis juga langsung masuk ke ruangan Tripeni dengan membawa amplop.

"Lalu pada tanggal 2 Juli, Pak OCK masuk ke ruangan saya kemudian menanyakan perkara lalu mau menyampaikan amplop tapi saya tolak," ungkap Tripeni.

Halaman
123
Editor: Halmien
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved