Ramai-ramai Ungsikan Balita

warga yang memiliki bayi dan anak-anak terpaksa ramai-ramai mengungsikannya. Akibat parahnya kondisi di sana

Editor: Halmien
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Asap tampak mengepul dari pembakaran lahan di kawasan Jalan Trans Kalimantan km 8 Anjir Kapuas Kalteng, Senin (6/7/2015) pagi. 

BANJARMASIN, BPOST - Kabut asap pekat terus saja menyelimuti banyak wilayah di Kalsel dan Kalteng. Serangan asap itu juga masih saja dipicu oleh pembakaran lahan dan hutan. Warga hanya bisa mengeluh sembari tentunya berupaya dengan caranya sendiri untuk melindungi dirinya dan keluarga dari dampak buruk asap.

Di Baritokuala (Batola) misalnya, terutama di Kecamatan Mandastana. Senin (19/10) malam, asap pekat kembali menyerang, bahkan sampai menyerbu ke dalam beberapa rumah. Imbasnya, warga yang memiliki bayi dan anak-anak terpaksa ramai-ramai mengungsikannya. Akibat parahnya kondisi di sana, beredar tagline ‘Mandastana Pray’ di media sosial.

Asap itu berasal dari terbakarnya lahan di sejumlah lokasi seperti di sekitar Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti dan Puntik Ray 5.

Tim gabungan pemadam kebakaran lahan dan hutan pun harus berjibaku. Meskipun api di lokasi-lokasi itu sudah bisa dipadamkan, asap terus membubung.

“Setelah memadamkan api, malamnya kami membantu mengevakuasi bayi usia tujuh bulan bersama ibunya, dan anak-anak balita yang mengalami sesak napas ke rumah warga yang jauh dari asap dan titik api,” kata seorang relawan pemadam kebakaran, Marzuki.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (21/10/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved