Hutan di Riau Terbakar, Kawanan Gajah Sumatera Mengamuk

Kawanan gajah sumatera liar mengamuk saat hutan yang menjadi habitat mereka di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, terbakar.

Hutan di Riau Terbakar, Kawanan Gajah Sumatera Mengamuk
AFP PHOTO / ALFACHROZIE
Petugas pemadam kebakaran, rangers, tentara dan aktivis lingkungan memadamkan kebakaran hutan di Kampar, Riau, 8 September 2015. Kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia, mengakibatkan pembatalan penerbangan dan peringatan bagi warga untuk tetap tinggal di dalam rumah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PEKANBARU — Kawanan gajah sumatera liar mengamuk saat hutan yang menjadi habitat mereka di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, terbakar.

"Selama tiga hari kami memadamkan kebakaran selalu bertemu kawanan gajah liar. Mereka mengamuk, mengeluarkan suara teriakan-teriakan yang sangat keras. Ini membuat proses pemadaman kebakaran jadi sangat rawan," kata Komandan Regu Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Sersan Kepala Dian Syaifullah kepada Antara di lokasi pemadaman di Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Jumat (23/10/2015).

Ia menjelaskan, sembilan personel Kostrad memadamkan kebakaran di daerah yang disebut Bukit Apolo di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, sejak tanggal 20 Oktober.

Menurut Dian, petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), area itu merupakan salah satu jalur pelintasan dan daerah kantong bagi tiga kawanan gajah sumatera liar.

Sebagian besar hutan di Bukit Apolo kini sudah rusak karena perambahan atau beralih fungsi menjadi kebun kepala sawit.

Para personel Kostrad berjibaku memadamkan kebakaran di area itu dengan bantuan Komando Rayon Militer Pangkalan Kuras, anggota Balai TNTN, dan perusahaan PT Indosawit Subur.

"Awalnya kami berencana menginap di lokasi kebakaran, tapi suasana sangat mencekam dan rawan pada malam hari karena kawanan gajah kerap mengamuk sehingga kami memutuskan mundur," katanya.

Pada siang hari, di sekitar lokasi kebakaran, personel Kostrad kerap menemukan bekas amukan gajah dan kebun-kebun perambah yang rusak.

Pada hari ketiga pemadaman, tim gabungan tersebut hanya berada sekitar 100 meter dari kawanan gajah yang mengamuk.

"Kami terpaksa diam sejenak menunggu kawanan gajah liar itu lewat baru bisa pulang," katanya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved