Dua Hari Sekali Membeli Air, Ratusan Ribu Melayang

kondisi kekeringan berimbas terhadap ketersediaan air baku yang makin kritis begitu terasa dialami warga Desa Bepara

Penulis: Herliansyah | Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kekeringan dampak kemarau panjang tahun ini terjadi merata di seluruh wilayah di Kotabaru. Selain di wilayah perkotaan, masyarakat pontang panting mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, dua hari sekali harus merogoh kocek ratusan ribu.

Lebih parah lagi, kondisi kekeringan berimbas terhadap ketersediaan air baku yang makin kritis begitu terasa dialami warga Desa Bepara, Kecamatan Pamukan Utara, Kotabaru.

Lantaran sumber-sumber mata air seperti sumur yang selama ini dan satu-satunya dapat dimanfaatkan untuk keperluan mereka, dalam sebulan terakhir sudah banyak yang kering. Walau ada beberapa sumur masih bisa diandalkan, namun warga harus bergantian.

Kepala Desa Bepara, Kecamatan Pamukan Utara, Abul Hasan, mengatakan, selama kemarau tahun in mulai sebulan terakhir warganya lebih menghemat air.

Karena persediaan bukan cuma untuk konsumsi seperti memasak dan minum. Tetapi, juga digunakan keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved