Tiga Hektare Lahan Karet di Karang Intan Mati
Zahri misalnya, seorang warga Desa Sungai Landas ini mengaku terpaksa mengurungkan diri sementara waktu menyadap karetnya
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pasca kebakaran lahan yang menghanguskan sedikitnya 15 hektar perkebunan karet di Desa Padang Panjang Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (28/10/2015) kemarin, mengakibatkan belasan warga terpaksa puasa menyadap karetnya.
Zahri misalnya, seorang warga Desa Sungai Landas ini mengaku terpaksa mengurungkan diri sementara waktu menyadap karetnya. Hal itu dikarenakan pohon karet yang disadapnya tidak menghasilkan getah yang banyak pasca kejadian kebakaran lahan Rabu sore itu.
" Meski terlihat ada, itupun getahnya sangat sedikit. Dan bila dipaksakan tentu akan mempercepat kematian pada pohon karet itu," ungkapnya.
Akibat kebakaran lahan yang melalap perkebunan karet di Desa Padang Panjang Kecamatan Karang Intan Rabu sore itu, kondisi dedaunan pohon karet pun nampak kering. Bahkan beberapa hektar lahan karet dipastikan mati pasca kebakaran lahan itu.
Kades Padang Panjang, Amnir tak menampik kejadian kebakaran lahan di perkebunan karet warganya. Menurut Amnir, bahkan atas kejadian rabu sore itu api menyulur sedikitnya seluas 15 hektar lahan karet milik warganya.
" Bahkan tiga hektar diantaranya, dipastikan mengalami kematian lantaran gosong terbakar api atas kejadian itu," terang Amnir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/perkebunan-karet-di-desa-padang-panjang_20151029_220642.jpg)