Pengebom Minta Tebusan Bitcoin

Tidak sampai sehari, pelaku peledakan bom itu sudah dibekuk oleh personel Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Dia adalah Leopard Wisnu Kumara

Editor: Halmien
KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM
Leopard Wisnu Kumala (29), pelaku bom di Mal Alam Sutera 

JAKARTA, BPOST - Meskipun tidak sampai menghancurkan bangunan, bom rakitan yang meledak di toilet Kantin Borneo, Mal Alam Sutera, Tangerang, Banten, ternyata masuk kategori berbahaya.

“Bom di Alam Sutera memiliki kecepatan membakar 5.300 meter per detik. Ini masuk kategori high explosion. Itu sebabnya kalau naik pesawat, penumpang tidak boleh membawa cairan lebih dari 150 mililiter,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (29/10).

Tidak sampai sehari, pelaku peledakan bom itu sudah dibekuk oleh personel Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Dia adalah Leopard Wisnu Kumara, yang bekerja di perusahaan informasi teknologi. Adapun motifnya adalah ekonomi, tidak terkait kelompok terorisme.

Ternyata, setelah bom itu meledak, Leopard mengirim surel (surat elektronik/e-mail) ke pengelola mal meminta uang ‘tebusan’. Jika tidak bersedia, dia akan meledakkan lagi.

Uang yang diminta berupa bitcoin (mata uang elektronik). Menurut Tito, Leonard meminta 100 bitcoin. Saat ini nilai tukar satu bitcoin sekitar Rp 3,2 juta, sehingga permintaan dia sebesar Rp 320 juta.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (30/10/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved