Bayar Rekening PLN, Warga Banjarmasin Ini Kaget Tambah Rp 3.000

Ada perubahan pada biaya pulsa. Tidak lagi dipotong atau dikurangi oleh biaya administrasi dan pajak penerangan jalan (PPJ), tetapi sebaliknya

Bayar Rekening PLN, Warga Banjarmasin Ini Kaget Tambah Rp 3.000
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Petugas PLN memeriksa meteran listrik pelanggan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anda pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menggunakan layanan prabayar? Perhatikan bukti pembelian pulsa isi ulang atau token PLN Anda.

Ada perubahan pada biaya pulsa. Tidak lagi dipotong atau dikurangi oleh biaya administrasi dan pajak penerangan jalan (PPJ), tetapi sebaliknya: ditambah!

Perubahan itu diduga terjadi setelah ‘kegaduhan’ akibat pernyataan Menko Polkam Kemaritiman Rizal Ramli yang menuding ada penyedotan biaya pembelian token oleh provider, awal September 2015.

Dulu, semisal membeli token Rp 100 ribu, pelanggan tetap membayar Rp 100 ribu tetapi sebenarnya nilai pulsa yang diperoleh adalah sekitar Rp 95 ribu. Kini, jika membeli Rp 100 ribu, pelanggan harus memberi tambahan biaya Rp 2.000-3.000.

Seperti yang diungkapkan seorang warga Sungai Andai, Banjarmasin, Kalsel, Yana.

“Saya membeli pulsa listrik Rp 20 ribu lewat ATM (anjungan tunai mandiri), tetapi uang yang tersedot Rp 23 ribu karena ada tambahan biaya administrasi. Tambahan biaya administrasi juga berlaku di tempat penjualan langsung, tetapi Rp 2.000. Jadi membayar Rp 22 ribu,” ucap Yana, warga Sungai Andai, Banjarmasin, Kalsel

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Rabu (4/11/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved