Wahyudi K Anwar Merasa Dikecewakan Panitia Muswil

dia merasa seperti dipermainkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), Bulqani yang merupakan panitia dalam kegiatan Musyawarah

Penulis: Fathurahman | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Wakil Gubernur Kalteng, HM Wahyudi K Anwar dan Calon Gubernur Kalteng Willy M Yoseph yang diusung oleh PDIP.(faturahman) ia 2015 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) HM Wahyudi K Anwar, Sabtu (7/11/2015) malam saat dalam perjalanan dari Pangkalanbun menuju ke Palangkaraya, mengaku kecewa terhadap panitia keigatan Muswil Muhammadiyah Kalteng di Pangkalanbun.

Kepada BPost Online, dia merasa seperti dipermainkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), Bulqani yang merupakan panitia dalam kegiatan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah yang digelar di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (7/11/2015) pagi hingga Minggu besok.

HM Wahyudi K Anwar, Cawagub nomor urut dua yang saat itu diundang oleh panitia kegiatan Musyawarah Muhammadiyah Kalteng yang di gelar di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, oleh panitia diminta hadir untuk menyampaikan visi dan misinya dalam pertemuan tersebut, serta diminta hadir dalam pembukaan Muswil, sedangkan kegiatan penyampaian visi dan misi yang rencanannya dilaksanakan Minggu (8/11/2015).

Ketiga paslon pun diundang untuk menghadiri kegiatan pembukaan Muswil, Sabtu (7/11/2015) pagi pukul delapan. Namun, sebelum kegiatan, pimpinan wilayah muhammadiyah Kalteng, Bulqani, menelepon Wahyudi K Anwar dengan mengabarkan semua kegiatan untuk tiga paslon dibatalkan dalam Muswil Muhammadiyah tersebut.

" Ya. Saya memang ditelepon oleh Rektor UMP , Bulqani, yang mennyatakan, kegiatan untuk paslon gubernur dalam menyampaikan visi dan misi, batal dilaksanakan, karena dalam kegiatan tersebut pimpinan pusat Muhammadiyah batal datang." kata Wahyudi menuturkan alasan pembatalan undangan untuk paslon gubernur tersebut.

Menurut dia, karena dianggap batal, Wahyudi yang sudah berada di Pangkalanbun, untuk menghadiri kegiatan tersebut dan terpaksa memabatalkan sejumlah kegiatan kampanye ditempat lain, masih dapat mengerti untuk tidak jadi hadir dalam pertemuan tersebut.

"Tapi saya kaget ketika melihat pada saat acara pembukaan itu, ternyata calon wakil gubernur untuk nomor urut 1 dan cagub nomor urut 3 malah ada dalam pertemuan tersebut, bahkan duduknya pun pada kursi yang memang disediakan untuk paslon gubernur. Ini, seperti mempermainkan saya sebagai cawagub nomor urut dua, karena seolah-olah tidak mau hadir dalam kegiatan penting tersebut." katanya.

Wahyudi mengatakan, para pendukungnya di Pangkalanbun turut, kecewa‎ dan protes terkait masalah tersebut, sehingga diapun juga merasa dipermainkan oleh panitia Muswil Muhammadiyah tersebut, karena dua calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 dan 3 hadir, sedangkan wakil dari paslon nomor 2 tidak hadir, padahal saat itu yang didaulat untuk mewakili adalah dirinya untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

"Ini yang membuat saya dan tim kami di Pangkalanbun sangat kecewa dan dirugikan oleh Bulqani Rektor UMP tersebut, yang memberikan informasi pembatalan kedatangan kami ke acara tersebut." katanya.

Terpisah, Rektor UMP Bulqani saat dihubungi via telepon selularnya dan di sms untuk meminta klarifikasi soal tersebut tidak mau angkat telepon selularnya, meskipun nada panggil sudah terhubung. Bahkan, saat di sms untuk memintai konfirmasi terkait hal tersebut juga tidak dibalas. Telepon selular Rektor UMP tersebut mendadak dimatikan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved