Saat Mengkal Mangga Banjar Ini Ternyata Harganya Lebih Mahal
Ini salah satu keunikan buah ampalam –mangga khas Banjar— yang kini lagi membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Penulis: Umi Sriwahyuni | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ini salah satu keunikan buah ampalam –mangga khas Banjar— yang kini lagi membanjiri pasar-pasar tradisional di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Penggemar setianya justru lebih memilih membali dalam kondisi masih mengkal dibandingkan matang sempurna.
“Harganya pun lebih mahal yang mengkal,” ujar Acil Siti, penjual aneka jenis mangga hasil perkebunan Kalimantan Selatan, Selasa (10/11/2015).
Kalau dalam keadaan matang sempurna harga per sepuluh biji bisa tembus hanya Rp 6 ribu untuk ukuran bula tenis dan Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu untuk ukuran satu genggaman orang dewasa, maka dalam keadaan masih mengkal bisa lebih mahal.
“Untuk yang kecil bila masih mengkal bisa Rp 8 ribu,” ujar penjual itu.
Selain penggemar banyak yang menyukai yang mengkal untuk rujakan juga kalau tidak laku semua yang mengkal masih bisa dijual keesokan harinya setelah matang sempurna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ampalam-mangga-khas-banjar_20151110_103804.jpg)