Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter

Tak ada pilihan lain, semua pihak yang terlibat dalam pendidikan mesti menyiapkan generasi emas yang mampu bersaing di zamannya.

Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter
net/www.mariafirdaus.com.my
Ilustrasi murid antuasias mengikuti pelajaran di sekolah 

Oleh: Rusnida Erliyanti SPd
Pemerhati Pendidikan, Guru SMPN 2 Barabai, Hulu Sungai Tengah

Tulisan Risa Lisdariani yang berjudul; “Siapkan Generasi Emas Bukan Generasi Lemas”, yang dimuat di harian Banjarmasin Post edisi 10/11/2015, menggugah kepedulian terhadap pendidikan. Dalam tulisannya, Risa menyebutkan peran baru pendidikan harus diikuti dengan profesionalisme guru, yang kunci utamanya terletak pada guru dan pendidikan guru yang bermutu. Risa pun menyatakan bahwa guru bermutu menjadi variabel penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu.

Tak ada pilihan lain, semua pihak yang terlibat dalam pendidikan mesti menyiapkan generasi emas yang mampu bersaing di zamannya. Indikatornya adalah anak-anak bangsa yang haus ilmu pengetahuan, terampil mengoptimalkan potensi diri di bidang yang ditekuni, plus memiliki akhlak mulia dalam menjalani kehidupan.

Generasi muda di masa yang akan datang merupakan generasi yang ada di baris terdepan perjuangan bangsa ini, menuju tercapainya negeri yang maju. Mereka adalah anak-anak didik atau siswa yang duduk di bangku sekolah sekarang. Di tangan mereka, perjuangan bangsa ini akan diteruskan pada masanya nanti.

Sejalan dengan hal tersebut, guru yang berkualitas mutlak diperlukan untuk mencapai kemajuan pendidikan yang bermutu, hingga akhirnya mampu mencetak generasi muda yang menjadi harapan bangsa ini.

Dalam hal ini, mengemban amanah untuk mencerdaskan generasi harapan bangsa, sesungguhnya merupakan sebuah perjuangan besar bagi pendidik di zaman sekarang. Sebab, guru tak hanya menyampaikan materi pelajaran untuk memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam setiap mata pelajaran. Guru turut pula berperan menginternalisasikan nilai-nilai karakter dalam keseharian siswa, agar berakhlak mulia, yang dimulai dari berbagai kegiatan yang berlangsung di sekolah.

Siswa tak cukup berbekal ilmu pengetahuan untuk menghadapi kerasnya persaingan global. Mereka juga sangat memerlukan pendidikan karakter yang terpadu dalam setiap aktivitas, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran. Dengan begitu, diharapkan mereka mempunyai modal hebat dari segi kecerdasan dan keterampilan, serta akhlak mulia dalam berbagai aspek kehidupan yang dijalani. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan karakter (wikipedia.org) untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik.

Pendidikan Karakter
Guru berperan mengarahkan siswa agar terbiasa berkarakter di setiap lingkungan. Tentunya, upaya tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak yang terkait, demi mewujudkan bangsa yang berkarakter.

Pendidikan karakter bangsa yang terdapat pada buku berjudul: Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa (Kemdiknas, 2011) memuat 18 nilai karakter di bidang pendidikan. Nilai-nilai karakter tersebut meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Implementasi nilai-nilai karakter tersebut tidak mungkin tercapai, tanpa adanya komitmen dan pembiasaan dari lingkungan terdekat siswa. Inilah sebabnya, mengapa internalisasi nilai-nilai karakter dalam pendidikan menjadi penting diupayakan, terutama oleh guru yang berkaitan langsung dengan aktivitas keseharian siswa di lingkungan sekolah.

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved