Perhatikan Ini Bila Memilih Menyusui sebagai Kontrasepsi Alami

Selain manfaat menyusui yang sungguh tak ternilai itu, banyak pula ibu yang menerapkan manfaat menyusui sebagai alat kontrasepsi alami.

Perhatikan Ini Bila Memilih Menyusui sebagai Kontrasepsi Alami
Mirror
ilustrasi kontrasepsi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selain manfaat menyusui yang sungguh tak ternilai itu, banyak pula ibu yang menerapkan manfaat menyusui sebagai alat kontrasepsi alami. Memang, tidak menjamin dengan menyusui ibu bisa 100 persen terhindar dari kehamilan berikutnya. Toh, tak sedikit kehamilan yang terjadi saat ibu masih aktif menyusui, kan?

Ternyata ada faktor yang harus diperhatikan bila ibu menggunakan ASI sebagai alat kontrasepsi, terutama faktor frekuensi ibu memberikan ASI.

Ibu yang menjadikan menyusui sebagai alat kontrasepsi harus aktif menyusui setidaknya satu jam dalam satu hari. Misalnya sekali menyusui 10 menit, artinya paling tidak sehari 6 kali menyusui.

Pasalnya, dengan rutin dan sering menyusui bayi, maka otak kecil ibu memproduksi lebih banyak hormon prolaktin yang mampu menekan masa subur (ovulasi) dan membuat ibu menyusui menjadi tidak subur.

Tidak untuk Panjang

Namun seiring pertumbuhan usia anak dan aktivitas ibu, frekuensi menyusui biasanya akan berkurang. Nah, bagaimana metode kontrasepsi untuk para ibu yang masih menyusui, namun tidak lagi memberikan ASI eksklusif sehingga frekuensi menyusuinya tak lagi sering?

Metode kontrasepsi jangka panjang bisa menjadi pilihan yang tepat dan aman. Dengan demikian, sang ibu bisa merasa lebih tenang merencanakan kehamilan berikutnya, buah hati pun bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Setelah frekuensi menyusui berkurang, terlalu berisiko bila Anda masih menggantungkan kontrasepsi pada ASI. Anda sebaiknya mulai memikirkan kontrasepsi jangka panjang yang bisa diandalkan.

Editor: Edinayanti
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved