Air Jadi Merah Darah, Warga Spanyol Mengira Ada Pembantaian

Fenomena warna air jadi merah darah di Spanyol itu membuat warga setempat kaget dan mengira ada pembantaian berdarah di sekitar desa mereka

Editor: Elpianur Achmad
Daily Offbeat
Secara misterius, air di beberapa desa di barat laut Spanyol berubah warna menjadi merah darah. Sontak ini mengangetkan warga setempat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fenomena air sungai berubah menjadi merah tidak hanya terjadi di Brebes Jateng saja, tetapi juga terjadi di negara lain.

Di sejumlah desa di Barat Laut Spanyol air secara misterius berubah warna menjadi merah darah. Fenomena ini membuat warga setempat kaget. Bahkan mereka mengira ada pembantaian berdarah di sekitar desa mereka.

Di tengah spekulasi yang muncul, para ahli menyimpulkan bahwa warna itu disebabkan oleh ganggang mikroskopis yang dibawa oleh curahan hujan yang turun beberapa hari terakhir ini.

Selain mengira ada pembunuhan berdarah, menurut LiveScience, warga juga mengira, warna merah itu disebabkan oleh zat pencemar yang disebarkan sebuah pesawat.

Seorang penduduk lokal bernama Joaquin Perez telah mengumpulkan sampel air hujan selama beberapa bulan dan melihat beberapa partikel yang membuat air menjadi merah.

Untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat, ia membawa sampel itu ke para ilmuwan di University of Salamanca.

Di sana, para ilmuwan menyimpulkan bahwa warna merah itu disebabkan oleh ganggang hijau dengan ciri yang sangat spesifik.

“Warna merah itu disebabkan oleh Haematococcus pluvialis, mikroalga hijau air tawar yang mampu mensintesis pigmen kartoten merah yang disebut astaxanthin ketika dalam keadaan stres,” ujar ahli geologi Javier Fernandez-Lozano, salah seorang penulis laporan soal fenomena itu. Laporan ini dipublikasikan di Spanish Royal Society of Natural History Journal, dan bisa diakses di Researchgate.

Fernandez-Lozano menjelaskan bahwa mikroalga ini akan berubah menjadi lebih merah saat berada di bawah kondisi yang kurang menguntungkan, yang memiliki sedikit paparan sinar matahari.

Merujuk sebuah artikel yang terbit di EurekAlert, mikroalga ini biasa ditemukan di perairan Amerika Utara dan pesisir Atlantik-Eropa. Ini bukan yang pertama, kasus lebih fenomenal terjadi pada 2014 lalu.

“Yang menarik adalah bahwa kita telah menegaskan, spesies ini tidak muncul di Danau Sanabria atau di waduk-waduk sekitar desa Ayoo de Vidriales—desa yang terdampak air merah darah. Itu artinya, alga ini datang dari tempat lain,” ujar penulis utama studi ini.

Dan akhirnya, misteri dari mana datangnya warna merah ini belum diketahui hingga sekarang. Tapi kecurigaan mereka menunjuk pada kesimpulan sementara bahwa fenomena ini disebabkan oleh angin yang berhembus ke Spanyol.

Sumber: Intisari Online
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved