Kembali ke Sekolah, Siswa 'Lebay' dalam Pendampingan

Diakui, semestinya anak seusia dia tidak tinggal di kost dan tetap di bawah pengawasan orangtuanya.

Kembali ke Sekolah, Siswa 'Lebay' dalam Pendampingan
net
zenith

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Siswa SMKN 1 Barabai korban obat terlarang daftar G jenis zenith kembali masuk sekolah. Setelah sempat dirawat di rumah sakit Damanhuri Barabai, siswa dengan inisial GWK (15) itu kembali normal.

Meski demikian, dia masih dalam pendampingan dan pengawasan guru Bimbingan Konseling.

“Dia meminum obat zenith sampai overdosis karena frustasi dan tak bisa mengendalikan emosi. Hari ni, Kamis (19/11/2015) kembali masuk sekolah, dan masih dalam pendampingan dan pengawasan guru BK,”kata Kepsek SMKN 1 Barabai, Sulaiman.

Menurut Sulaiman, kedua orangtuanya telah datang menengok GWK dan orangtuanya tetap berharap anaknya itu tetap sekolah.

GWK pun tetap tinggal di rumah kost-nya bersama tiga temannya yang lain.

Diakui, semestinya anak seusia dia tidak tinggal di kost dan tetap di bawah pengawasan orangtuanya.

Kendalanya, rumah orangtua GWK jauh dari sekolah, karena dia tinggal di dusun Manta, Desa Batutangga Kecamatan Batangalai Timur.

Daripada tidak sekolah, orangtuanya terpaksa melepas anaknya itu untuk hidup mandiri selama sekolah.

“Siswa di sekolah kami lebih dari 900 orang. Kami tak bisa mengawasi mereka saat di luar sekolah. Termasuk dari pengaruh obat-obatan,”jelasnya.

Meski demikian, kata Sulaiman, sekolah akan kembali menggiatkan penyuluhan-penyuluhan terhadap bahaya obat jika dikonsumsi tidak pada tempatnya.

“Kemarin ada tim dari DInkes dan kepolisian memberikan penyuluhan dampak pemakaian narkoba. Termasuk obat daftar G,”katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, GWK ditemukan teman-temannya ambruk di kolam belakang sekolah.

Saat itu dia menenggak obat Zenit sebanyak delapan butir, yang dibeli dari temannya. GWK mengaku baru sekali mengonsumsi obat yang telah ditarik peredarannya itu oleh Kemenkes.

Dia mengaku, mengonsumsi itu untuk menghilangkan kegalauan hatinya karena cintanya kepada BRT, siswa SMPN Loksado, Hulu Sungai Selatan ditolak mentah-mentah melalu media sosial. GWK pun langsung kehilangan rasa percaya dirinya.

Penulis: Hanani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved