Saya Tidak Ingin Membuat Malu Almamater Saya Sendiri

Menjadi penyanyi pop yang sering manggung di hotel-hotel berbintang sudah sering dijalani penyanyi muda Banua, Winda Aldina Kesuma.

Tayang:
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Eka Dinayanti
ist
Winda Aldina Kesuma 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi penyanyi pop yang sering manggung di hotel-hotel berbintang sudah sering dijalani penyanyi muda Banua, Winda Aldina Kesuma.

Kini penyanyi tetap di Hotel Golden Tulip Banjarmasin ini memiliki pengalaman baru dia menjadi penyanyi musik panting Bersama sanggar kampus yakni Sanggar Seni Demokrat.

Pengalaman pun dia dapat saat Sanggar Seni Demokrat didaulat menjadi penghibur di acara Seminar Internasional Pendidikan Berbasis Etnopdagogi, di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Sabtu (14/11).

Beberapa petinggi akademik di Tanah Air hadir di acara itu seperti Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Furqon, Australian volunteer for international development Australia, Christine Pheeney. Lalu ada Regional english language officer dari US Joel palmer, Dosen Pendidikan luar biasa di UPI dari Uganda, Wamaungo Abdu Juma, dan Rektor Unlam Sutarto Hadi serta ketua IKA Unlam yang juga Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, H Pangeran Rusdi Effendi AR.

Tampil dihadapan pejabat dan belum banyak memiliki pengalaman menyanyi musik panting ternyata tidak membuat Winda grogi.

Sebaliknya Winda tampak santai dan bisa menyeimbangkan suasana karena dia tampil membawa nama Fakultasnya, Fisip Unlam yang menjadi tuan rumah.

"Kalau grogi tidak ada justru sebaliknya saya semakin bersemangat karena ini juga membawa membawa fakultas. Saya tidak ingin membuat malu almamater saya sendiri," ucap mahasiswi Fisip Unlam ini.

Padahal di musik panting, Winda tergolong pendatang baru. Selama ini di baru kedua kalinya tampil dipercaya sanggar untuk menjadi penyanyi panting.

"Pertama saya pernah tampil saat acara yudisium lalu lalu kedua acara seminar ini," ujar dia.

Winda menjelaskan meski berbeda dengan menyanyi pop namun dia merasa nyaman membawakan lagu lagu Banjar dengan musik panting.

"Kalau disuruh memilih enak menyanyi yang mana, saya rasa keduanya (pop dan panting) sama saja asal kita bisa tampil percaya diri," ujar dia.

Dalam penampilannya, Winda dengan fasih membawakan lagu-lagu Banjar diantaranya Dandaman Banua, Selamat Datang, Karindangan, Baras Kuning, Ampar-ampar Pisang, Giwang Barlian.

Di sanggar seni Demokrat fakultas Fisip Unlam ini, Winda tidak hanya diajarkan menyanyi tapi juga kesenian lain seperti tari, musik, teater dan paduan suara (Padus).

"Ada 4 divisi di sanggar seni Demokrat ini yakni padus, tari, musik dan teater tapi saya lebih fokus Padus saja," ujar penyanyi kelahiran Pagatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved