Beruang Madu Teror Warga Cempaka, Seorang Guru Diserang Saat Menyadap Karet

Seekor beruang madu liar meneror warga Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel, selama beberapa hari terakhir.

Penulis: Hari Widodo | Editor: Elpianur Achmad

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seekor beruang madu liar meneror warga Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel, selama beberapa hari terakhir. Warga yang biasa beraktivitas di hutan pun jadi ketakutan.

Apalagi setelah beruang madu tersebut menyerang Jumaidi (35), seorang warga Dusun Sungai Tabuk RT 2 Desa Kiram, Cempaka, hingga terluka saat bekerja menyadap karet di kebun karet miliknya, Minggu (22/11/2015) subuh.

Saat itu Jumaidi yang juga berprofesi sebagai guru, pergi ke kebun karetnya. Dia kemudian menyadap satu per satu pohon karetnya, serta mengambil hasilnya.

Sekitar pukul 09.00 Wita, Jumaidi memutuskan untuk mengakhiri pekerjaannya. Saat dia mau beranjak pulang, tiba-tiba seekor beruang madu yang cukup besar berdiri di hadapannya. Beruang itu langsung melayangkan cakarnya.

Sambil melindungi wajah dengan telapak tangan, Jumaidi berbalik arah lalu tiarap. Cakar beruang itu merobek bagian belakang paha Jumaidi. Melihat korbannya terluka, beruang pergi menghilang.

Melihat itu, Jumaidi segera meninggalkan kebunnya. Namun itu dilakukannya sambil terpincang-pincang dan menahan darah yang keluar dari pahanya.

Dia lalu meminta tolong warga yang ditemui. Oleh warga, Jumaidi dilarikan ke rumah bidan Eli di Desa Mandiangin Barat.

"Aku tadi sudah mau pulang. Ternyata, beruang sudah ada di hadapan. Aku langsung telungkup menutupi wajah. Beruang itu tetap menyerang dan kena paha belakang ini,"ujar Jumaidi.

Pambakal Kiram, Hermawan, mengaku kaget mendengar ada warganya diserang beruang madu. Setelah bertanya kepada warga, dia mengatakan korban adalah Guru Jumaidi.

Kapolsek Karang Intan Iptu Agus Sutopo juga menerima informasi serangan beruang madu terhadap warga Desa Kiram. Dia pun mengimbau, warga lebih waspada.

"Usahakan jangan sendiri saat bekerja. Dua atau tiga orang, sehingga ketika serangan beruang madu yang lain bisa membantu atau menolong warga yang diserang," kata Agus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved