Kabut Asap Masih Mengancam Kalimantan, Ini Penyebabnya

Bencana kebakaran hutan dan lahan yang membuat kabut asap menjadi langganan di Kalteng serta beberapa provinsi tetangga

Tayang:
Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya,Kalteng masih pekat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Bencana kebakaran hutan dan lahan yang membuat kabut asap menjadi langganan di Kalteng serta beberapa provinsi tetangga, menjadi persoalan yang harus dituntaskan agar tak lagi terulang.

Dari sejumlah rumusan masalah, ada beberapa hal mendasar yang membuat persoalan ini masih menjadi ancaman.

"Saya merasakan bencana di daerah ini sangat mengena dan konkret. Termasuk bencana angin," ujar Pj Gubernur Kalteng Hadi Prabowo dalam rapat evaluasi penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan regional Kalimantan, Selasa (24/11/2015) di Palangkaraya.

Beberapa masalah yang selama ini melatarbelakangi masih berpotensinya terjadi kebakaran hutan dan lahan antara lain karena kabupaten/kota belum punya rencana jelas dan tegas soal penanggulangan.

Selain itu, pendanaan bagi penanggulangan juga masih dimasukkan pos tak terduga. Akibatnya penanganan karlahut baru bisa dilakukan setelah kondisi parah.

Dalam hal personel dan peralatan, Hadi Prabowo menilai sejauh ini juga belum terorganisasi. Sementara lokasi peralatan yang dapat dimobilitasi juga belum tersusun dan tersistem.

Kerangka regulasi belum sepenuhnya mengantisipasi karlahut. Mulai dari Undang-Undang sampai pergub.

"Aturan yang membolehkan pembukaan lahan dengan cara membakar maksimal lima hektare per KK membuat aparat kesulitan dalam penegakkan hukum," kata Hadi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved