Breaking News:

Tiga Video Game Ini Telah Terbukti secara Ilmiah Bisa Memperkuat Otak Manusia

Video game dianggap memiliki dua sisi mata uang yang selalu berlawanan. Beberapa orang menyebutnya bisa mengganggu tumbuh kembang si anak

Editor: Eka Dinayanti
Tiga Video Game Ini Telah Terbukti secara Ilmiah Bisa Memperkuat Otak Manusia
mirror.co.uk
Super Mario

BANJARMASINPOST.CO.ID - Video game dianggap memiliki dua sisi mata uang yang selalu berlawanan. Beberapa orang menyebutnya bisa mengganggu tumbuh kembang si anak, terutama dalam kehidupan sosial, sementara yang lain menyebutnya bagus untuk perkembangan otak anak.

Mana yang paling benar?

Terlepas dari pertanyaan itu, ada beberapa video game yang telah terbukti secara ilmiah bisa memperkuat otak anak, otak manusia. Dan ini sudah dibuktikan oleh para peneliti yang memiliki kapasitas di bidangnya.

Starcraft

Real-time game strategi ini memiliki pemain-pemain yang bisa dipilih untuk menjadi manusia atau salah satu dari dua spesies asing; juga mengumpulkan sumber daya, membangun basis kekuatan, dan mengalahkan musuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa bermain video game ini selama 40 jam memberi perbaikan kognitif yang nyata. Para peneliti membagi relawan menjadi dua kelompok: pertama memainkan The Sims dan kelompom kedua memainkan Starcraft; setelah itu mereka menjalani tes psikologi.

Apa yang ditemukan kemudian adalah bahwa bermain Stacraft menunjukkan kecepatan dan akurasi lebih besar dalam tugas-tugas yang melibatkan kerja-kerja kognitif.

Super Mario

Super Mario 64 menjadi salah satu game 3D pertama yang paling digemari. Game ini diyakini bisa memberi peningkatan fisik pada materi abu-abu di bagian otak yang berhubungan dengan kesadaran spasial dan perencanaan strategis.

Project: EVO

Project: EVO merupakan satu-satunya game dalam daftar ini yang sengaja dirancang untuk memberi manfaat kognitif. CEO Eddie Martucci mengatakan kepada Medical Daily bahwa permainan ini dirancang untuk orang dengan ADHD dan dimaksudkan sebagai “resep-penguatan”.

Sebuah penelitian yang melibatkan 80 anak berusia delapan hingga 12 tahun—sebagian dari mereka memiliki ADHD dan setengahnya tidak—menemukan bahwa 30 menit memainkan game ini lima hari dalam seminggu, selama empat minggu, menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam hal fokus.

Meski demikian, penelitian-penelitian tersebut bukan bermaksud memberi lisensi untuk membiarkan si kecil bermain game sepanjang hari, karena hidup lebih luas dari sebuah layar video game.

(Metro.co.uk)

Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved