Ilmuwan Kelas Dunia Pun Bisa Dibayar untuk Menyangkal Perubahan Iklim

Pernah menyangkal perubahan iklim? Mungkin kamu merupakan salah satu korban pandangan ilmuwan-ilmuwan yang skeptis dengan isu tersebut.

Ilmuwan Kelas Dunia Pun Bisa Dibayar untuk Menyangkal Perubahan Iklim
REUTERS/Carlos Barria
Kanal irigasi yang mengering di dekat Sungai Shiyang, Provinsi Gansu, China, Rabu (18/9). Menurut pemerintah perubahan iklim menyebabkan sumber air mengering dan ratusan sungai di provinsi itu hilang namun para kritikus mengatakan ambisi negara untuk membangun kekuatan industri juga punya andil. 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Pernah menyangkal perubahan iklim? Mungkin kamu merupakan salah satu korban pandangan ilmuwan-ilmuwan yang skeptis dengan isu tersebut.

Investigasi Greenpeace mengungkap adanya dua ilmuwan dari universitas ternama di Amerika Serikat yang bisa dibayar untuk mengonstruksi penyangkalan perubahan iklim.

Hasil investigasi ini menguak satu lagi tindakan kotor kalangan ilmuwan dalam isu perubahan iklim, yang dalam hal ini mereka justru menjadi pihak yang tidak konstruktif.

Sebelumnya, peneliti dari Harvard Smithsonian for Astrophysics yang juga penyangkal perubahan iklim terungkap menerima dana dari Exxon Mobile, American Petroleum Company, dan Souther Company sebanyak 1,25 juta dollar AS.

Berdasarkan pandangan Soon, perubahan iklim yang terjadi saat ini terjadi akibat perubahan aktivitas matahari, dan itu hal yang wajar.

Dua ilmuwan yang terungkap bisa menerima bayaran untuk menyangkal perubahan iklim kali ini adalah William Happer dari Princeton University dan Frank Clemente dari Pennsylvania State University.

Greenpeace menjebak dua ilmuwan itu dengan mengirim e-mail, meminta sang ilmuwan membuat publikasi untuk menyangkal perubahan iklim dengan bayaran tertentu.

Greenpeace menyamar sebagai sebuah perusahaan minyak dan gas ternama dari Timur Tengah serta perusahaan batu bara dari Indonesia.

Dalam e-mail, Greenpeace meminta Happer untuk menulis dampak negatif tentang negosiasi penanggulangan perubahan iklim di Paris.

Happer setuju dan meminta bayaran sebesar 250 dollar AS per jam dan total 8.000 dollar AS untuk menulis makalah selama 4 hari. Ia meminta bayarannya diberikan ke CO2 Coalition, semacam think tank untuk penyangkal perubahan iklim.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved