Paham Radikal Menyusup ke Sekolah

'Kami Tetap Hormat Bendera'

Paham radikal mulai menyusup ke sekolah. Meskipun masih dalam tahap rendah, benih radikalisme diyakini bakal tumbuh jika dibiarkan.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Paham radikal mulai menyusup ke sekolah. Meskipun masih dalam tahap rendah, benih radikalisme diyakini bakal tumbuh jika dibiarkan.

Penelusuran BPost di sejumlah sekolah di Kota Banjarmasin, ada siswa yang diminta gurunya untuk tidak hormat kepada bendera merah putih saat upacara. Ini dialami seorang siswi sebuah SMKN. Mira –sebut saja demikian– mengaku saat itu dia duduk di kelas sepuluh.

Ajakan itu berasal dari seorang guru praktik. Perempuan dari Jawa tersebut sempat mengajar selama satu tahun. Saat itu dia mengaku tidak pernah hormat kepada bendera merah putih.

“Tapi kami tetap hormat bendera saat upacara,” ujar Mira.

Lain lagi dengan Ari –sebut saja demikian– siswa SMKN lainnya. Dua bulan lalu, usai latihan paskibra pada Sabtu sore, dia melihat ada kegiatan keagamaan di sekolahnya. Kegiatan berupa persiapan peringatan hari besar aliran tersebut berlangsung di aula yang disewakan.

Ari juga melihat dekorasi dan lambang berwarna hijau. Ada juga spanduk bertuliskan, “Selamat Datang Murid Ulama...”. “Saya lupa nama ulamanya. Tidak familiar,” ujarnya.

Namun Ari mengaku mengetahui adanya aliran tersebut sejak SMP. Dia memiliki tante yang tinggal di Jelapat, Kabupaten Baritokuala dan menjadi anggota aliran tersebut. Aliran itu memang berkembang di sana. “Mereka memiliki musala sendiri,” ujar Ari.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Selasa (22/12/2015) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved