Kini Mereka Menyesal, Dulu Tato Wajah Agar Terlihat Cantik

Sekarang, walau tatonya tampak kecil, ia tetap menyesal mengapa membiarkan sang ibu memaksanya. Apalagi orang-orang di sekitar mengatakan dia telah

Kini Mereka Menyesal, Dulu Tato Wajah Agar Terlihat Cantik
Reuters/Zohra Bensemra
Fatma Tarnouni (106) merasa menyesal telah mentato wajah karena takut dosa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dalam masyarakat Chaouia, Aljazair, kecantikan seorang wanita diukur dari tato di wajah. Hingga kini wanita yang memiliki tato tersebut masih bisa ditemukan. Namun sebagian besar sudah berusia tua.

Meskipun kulit sudah keriput, tato tersebut masih terlihat. Dilansir Daily Mail, sejumlah wanita mengisahkan pengalaman serta penyesalan mereka.

"Ini aturan, juga fashionable. Agar terlihat cantik, kamu harus ditato, begitu juga saya, ujar Fatma Tarnouni (106).

Aisha Djelal (73) ditato ketika dia berusia 25 tahun. Ia ingin tampak menarik dari gadis lain seusia dengan seni lukis tubuh tersebut. Namun kemudian dia menyesalinya di kemudian hari.

Sebagai penganut Islam, wanita-wanita ini diberitahu bahwa melukis wajah dengan tato bertentangan dengan nilai agama.

Untuk menebus rasa bersalah, wanita-wanita itu menyumbangkan perhiasan perak mereka pada wanita paling miskin yang mereka tahu.

 

Djena Benzahra (74) dipaksa ibunya membuat tato ketika berusia sembilan agar terlihat cantik. Ibunya mengatakan semua gadis seusianya sudah ditato.

"Saya masih ingat, rasanya sakit dan saya menangis, menolak untuk ditato," kata Djena.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved