Lapangan Basket di Siring Tendean Langsung Diserbu, Warga Minta Tetap Gratis
Dua lapangan basket di Siring Pierre Tendean memang sudah selesai. Setiap sore, bahkan malam, sejumlah remaja bermain basket di sana.
Penulis: Murhan | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Hujan baru saja reda, sejumlah remaja sudah berada lokasi Siring Pierre Tendean, Banjarmasin, Kalsel, Rabu (30/12) sore. Ada yang membawa bola basket seperti kedua warga Pekapuran Razi dan Zidan.
Mereka pun bermain basket berbaur dengan warga lain yang juga bermain basket. “Saya baru tahu kemarin kalau lapangan ini sudah selesai, jadi datang ke sini, mumpung libur sekolah,” ucap Raji.
Dia pun tampak mencoba menggesek-gesekkan sepatunya di lantai basket tersebut. “Lumayan buat tempat latihan. Biasanya, saya latihan di lapangan sekolah. Mudah-mudahan nanti tidak dikenakan biaya,” katanya.
Zainim, ayah Zidan mengaku, ikut anaknya latihan basket karena olahraga tersebut memang hobinya. Biasanya sulit cari lapangan basket, kecuali mau ke sekolah-sekolah. “Saya hobi basket. Mudah-mudahan nanti gratis terus main di sini,” ujarnya.
Dua lapangan basket di Siring Pierre Tendean memang sudah selesai. Setiap sore, bahkan malam, sejumlah remaja bermain basket di sana. Apalagi, ring basket sudah dipasang di lokasi yang tak jauh dari Patung Bekantan tersebut.
Sayangnya, di kawasan lapangan basket itu belum ada tempat sampah. Pengunjung harus pandai menyimpan sampahnya atau ke lokasi sekadar untuk mencari tempat pembuangan sampah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, Muryanta mengatakan, lapangan basket tersebut selesai sesuai target. Bahkan, untuk dua hari terakhir, sudah bisa dipakai malam hari karena lampunya sudah berfungsi.
Lapangan basket itu, kata Muryanta, satu paket pembangunannya dengan dermaga, jembatan yang berfungsi sebagai panggung dan siring. Semuanya menelan anggaran sekitar Rp 11 miliar.
Tahun depan, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas lain Seperti jembatan panggung lantai keramik. Begitu juga dermaga dan tangga akan berlantai keramik. “Kami juga bangunkan titian penghubung antarsiring di bawah Jembatan Merdeka.
Untuk dua lapangan basket, nantinya diberi kandang khusus agar bola tidak terlempar ke luar lapangan. Maklum, letaknya dekat jalan dan sungai. “Kemungkinan semuanya memakan anggaran sekitar Rp 500 juta,” kata Muryanta.
Terlepas dari pembenahan itu, nantinya, pengelolaan lapangan basket diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin. Berdasarkan koordinasi, nantinya, lapangan tersebut gratis.
Namun, pemakaiannya diatur lebih detil oleh Dispora. Tapi, nantinya, lebih diprioritaskan untuk latihan pebasket sekolahan. “Nantinya, jadwal diatur oleh Dispora. Prioritasnya untuk anak sekolah,” ujarnya.
Namun, untuk kegiatan yang sifatnya komersil, bisa saja dikenakan biaya yang akan digunakan untuk perawatan. “Nanti, bukan hanya untuk basket, tapi futsal, voli atau kegiatan lainnya. Untuk tempat sampah, akan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.
Malam pergantian tahun barui, lapangan basket itu juga bisa menjadi pemecah massa. Maklum, dua lapangan basket tersebut mampu menampung banyak warga. (ire)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lapangan-basket-siring-tendean_20151231_171344.jpg)