Warga Martapura Heran, Masih Ada Sapi di RPH Jawa Laut yang Telah Ditutup

Bedanya saat ini di depan kandang sapi, di lokasi RPH tersebut ditutup dengan seng bekas drum aspal sehingga sapi di lokasi RPH tidak kelihatan.

Penulis: Hari Widodo | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Sejumlah sapi ditempatkan di RPH Jawa Laut, Martapura, Kalsel, Rabu (29/12/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rumah potong hewan (RPH) di Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Banjar, Kalsel, sejak 12 Oktober 2015 lalu sebenarnya sudah dinyatakan ditutup.

Aktivitas RPH dialihkan ke Desa Jingah Habang. Namun, faktanya, hingga kemarin belasan ekor sapi masih terlihat "diparkir" di kandang RPH yang lama di Desa Jawa Laut.

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distabunak) Banjar seakan kurang serius untuk menutup RPH di Desa Jawa laut. Akibat masig ditempati sejumlah sapi, kotoran hwean itu menumpuk di sekitar kandang dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Bedanya saat ini di depan kandang sapi, di lokasi RPH tersebut ditutup dengan seng bekas drum aspal sehingga keberadaan sapi di lokasi RPH tidak bisa terlihat dari luar.

Warga di sekitar RPH mengaku heran. Walaupun sudah dinyatakan ditutup dan aktivitas pemotongan dipindahkan ke lokasi baru di RPH Jingah Habang, tetapi sapi masih ditaruh di kandang yang ada di RPH setempat.

Bau kotoran sapi menyengat, apalagi saat musim hujan seperti sekarang, sangat menganggu warga di dekat RPH.

"Kotorannya itu jadi becek kena air hujan. Makanya, baunya mengganggu sekali. Apalagi, kalau habis turun hujan uapnya naik,"ujar warga yang meminta dirahasiakan namanya.

Menurut warga, sebaiknya lokasi RPH tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan lain.Dia dan warga lainnya, berpendapat RPH tersebut cocok dibangun untuk gedung PAUD dan TK.

"Di sini kan pemukiman. Cocoknya, ya PAUD dan TK. Apalagi, di sini banyak anak-anak kecil," ujar warga tersebut menyampaikan pendapatnya.

Warga mengatakan, keberadaan RPH di lokasi tersebut sudah tidak sesuai lagi karena di sekitar RPH tumbuh permukiman. Boleh jadi, kandang sapi di situ sudah ditutup pagar seng. Tapi, bau serta resapan kotoran sapinya tetap tak hilang apabila masih ada sapi di kandangkan di sana. Apalagi musim penghujan ini.

Dahulu, pernah dari Dinkes mengecek kualitas air sumur warga di sekitar RPH. Ternyata, semua tercemar air kotoran sapi yang merembes ke sumur warga. "Rata-rata sumur warga di sini sih sudah tercemar kotoran sapi," katanya.

Terpisah, Kepala Distabunak Banjar, Dondit Bekti tidak menampik masih ada ternak yang berada di kandang RPH Jawa Laut. Dia menjelaskan, sapi yang ada di RPH lama itu sifatnya hanya dititipkan sementara saja.
Sapi tersebut, milik seorang jagal senior yang tinggal di sekitar RPH namanya H Supian.

Supian menitipkan sementara sapi di RPH yang lama karena kandang di Bincau yang disiapkan untuk menaruh sapinya sebelum disembelih masih belum selesai.

Namun, Dia juga heran hingga saat ini kandang sapi yang dibuat H Supian belum juga selesai. Makanya, dia akan minta buat surat pernyataan tertulis dengan H Supian sampai kapan mengandangkan sapi di RPH Jawa Laut.

"Bilangnya sih kemarin sampai sebulan. Tapi, ini sudah lewat kok belum selesai-selesai kandang sapinya. Kami akan minta buat surat pernyataan saja sampai kapan menaruh sapinya di sana," katanya. (wid)

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved