Wah, Sepanjang 2016 Bakal Ada 6 Kali Hujan Meteor. Ini Jadwalnya

Yang paling ditunggu biasanya adalah hujan meteor, namun ada pula peristiwa penting lain, seperti gerhana matahari dan Merkurius melintas matahari.

Daniel McVey
Hujan meteor Orionid pada 21 Oktober 2012 seperti diabadikan astrofotografer Daniel McVey 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Untuk para pengamat langit, 2016 dikatakan sebagai tahun yang ditandai oleh banyak penampakan dan fenomena astronomi.

Yang paling ditunggu biasanya adalah hujan meteor, namun ada pula peristiwa penting lain, seperti gerhana matahari dan Merkurius melintas matahari.

Berikut adalah jadwal peristiwa astronomi yang patut dilihat di 2016 ini, disadur dari Mirror Online dan National Geographic.

- Hujan meteor Quadrantid (4 Januari)

Puncak penampakan hujan meteor ini sebenarnya adalah pada 4 Januari, namun penampakannya masih bisa dinikmati hingga 12 Januari.

- Gerhana matahari total (8 Maret)

Fenomena di mana bulan akan menutupi matahari secara penuh ini akan terlihat jelas dari wilayah Asia Tenggara, terutama Indonesia.

- Hujan meteor Lyrid (22 April)

Hujan meteor dari Komet Thatcher ini akan terlihat jelas dari belahan bumi bagian utara dan muncul di sisi timur.

- Hujan meteor Eta Aquarid (6 Mei)

Penampakan hujan meteor dari Komet Halley ini mungkin akan terhalang terangnya bulan, namun baik belahan bumi utara dan selatan bisa menikmatinya.

- Merkurius melintas matahari (9 Mei)

Peristiwa ini dikatakan sebagai peristiwa terbesar di 2016, sebab siluet Merkurius akan tampak dan menutupi seperseratuslimapuluh bagian matahari.

- Hujan meteor Perseid (12 Agustus)

Inilah hujan meteor yang paling populer dari hujan meteor lainnya, karena jumlah meteor yang tampak lebih banyak, apalagi dengan mata telanjang.

- Hujan meteor Orion (21 Oktober)

Hujan meteor ini juga dapat dinikmati tanpa menggunakan teropong atau teleskop, namun harus cek terlebih dahulu bagaimana cuaca pada hari itu.

- Hujan meteor Geminid (13 Desember)

Penampakan hujan meteor ini terbilang spektakuler, apalagi pada tengah malam, sebab dalam beberapa tahun terakhir jumlah meteornya makin banyak.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved